NZDUSD diperdagangkan sekitar 0.5955 pada penulisan ini, mengalami kenaikan sekitar 0,35 persen seiring melemahnya dolar AS secara luas. Pasar memperhatikan komentar bahwa konflik di Timur Tengah bisa berakhir dalam waktu dekat. Hal ini membuat investor menilai risiko global lebih rendah dan cenderung mencari mata uang berisiko seperti NZD.
Minyak sempat melonjak menyusul kekhawatiran gangguan pasokan akibat konflik regional. Kemudian, harga minyak turun setelah Trump menyatakan potensi penyelesaian dan berita bahwa G7 sedang mempertimbangkan pelepasan cadangan strategis melalui IEA. Pergerakan ini mengurangi kekhawatiran inflasi global dan meningkatkan sentimen risiko.
Di sisi data makro AS, laporan ADP Employment Change menunjukkan momentum tenaga kerja membaik dengan rata-rata empat minggu naik menjadi 15,5 ribu dari 12,8 ribu. Di sisi lain, pasar juga menanti rilis CPI AS dan PCE yang dijadwalkan pekan ini sebagai ukuran inflasi utama. PMI Manufaktur New Zealand juga akan dirilis untuk memberikan gambaran kesehatan sektor industri negara tersebut.
Harga minyak sempat melonjak di awal minggu karena kekhawatiran gangguan pasokan akibat konflik regional. Namun, momentum itu meredup setelah pernyataan Trump dan laporan bahwa G7 mengeksplorasi pelepasan cadangan strategis melalui IEA. Pelemahan minyak membantu meredam tekanan pada biaya energi secara global.
Ketegangan di Jalur Hormuz tetap menjadi fokus spekulan karena Iran menyatakan akan memblokir pengiriman jika serangan berlanjut. Opinia pasar tetap berhati-hati karena risiko gangguan pasokan bisa kembali memicu fluktuasi harga. Pelaku pasar menilai bahwa langkah-langkah manajemen risiko negara produsen akan mempengaruhi arah minyak dalam beberapa pekan ke depan.
Secara umum, sentimen risiko tetap rentan karena faktor geopolitik dan dinamika makro. Investor menilai bahwa data ekonomi AS dan regional akan menjadi kunci untuk menilai arah harga minyak serta implikasinya terhadap mata uang berisiko. Pergerakan harga minyak sering kali mempengaruhi trek untuk NZDUSD dan aset lain yang sensitif terhadap risiko.
Fokus pasar pekan ini tertuju pada CPI AS yang akan dirilis dalam beberapa hari mendatang. Pasar menilai angka inflasi dapat menggerakkan ekspektasi suku bunga dan nilai dolar. CPI yang kuat bisa menambah tekanan pada pasangan mata uang berisiko seperti NZDUSD.
Data PCE juga menjadi fokus karena itu dianggap ukuran inflasi paling disukai The Fed. Hasilnya bisa mempengaruhi pandangan pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter AS. Dalam konteks ini, NZD/USD dapat bereaksi terhadap pergeseran likuiditas global dan perubahan risiko.
Secara keseluruhan, artikel ini menyimpulkan bahwa belum ada sinyal trading yang jelas untuk NZDUSD berdasarkan informasi yang ada. Rilis data makro berikutnya akan sangat menentukan arah mata uang tersebut. Oleh karena itu, sinyal perdagangan ditetapkan sebagai 'no' dengan level open, tp, sl di-null.