NZD/USD menarik pembeli baru pada hari Selasa karena beberapa faktor yang menekan USD. Sentimen risiko membaik dan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga lagi pada 2026 meningkatkan daya tarik pasangan ini. Prospek kebijakan Bank Sentral Selandia Baru yang lebih hawkish juga mengangkat NZD terhadap dolar AS. Secara keseluruhan, kiwi terlihat membangun tenaga beli meskipun masih berada dekat level psikologis 0,6000.
Reaksi pasar dipicu juga oleh dinamika kebijakan AS yang mungkin menurunkan suku bunga dua kali lagi pada 2026, sehingga membantu pemulihan USD dari posisi rendah. Selain itu, kemajuan dalam penyelesaian isu perdagangan antara AS dan India serta deeskalasi ketegangan antara AS dan Iran memberi sentimen positif bagi risiko dan memperlemah permintaan terhadap safe-haven dollar. Kondisi ini mendukung penguatan NZD/USD secara umum.
RBNZ telah menandai berakhirnya siklus pelonggaran dengan suku bunga 2,25% pada November lalu, dan bank sentral menyorot proyeksi yang lebih hawkish untuk 2026–2027. Proyeksi suku bunga acuan diperkirakan sekitar 2,20% di kuartal pertama 2026 dan 2,65% pada kuartal keempat 2027, sebuah sinyal bahwa kurs NZD dapat menguat lebih lanjut jika kondisi fiskal dan global tetap kuat. Secara teknikal, NZD/USD bertahan di sekitar 0,6040–0,6045 selama sesi Asia dan menunjukkan momentum kenaikan yang berkelanjutan selama dua minggu terakhir.
Secara teknikal, pergerakan NZDUSD masih berada dalam tren naik dengan konsolidasi di dekat level psikologis tersebut. Pasangan ini menembus area 0,6040–0,6045 dan mencoba menjaga momentum ke atas seiring dukungan dari sentimen risk-on. Target jangka pendek berada di sekitar 0,6140–0,6150, dengan peluang lebih lanjut jika faktor fundamental tetap mendukung. Menurut analisis Cetro Trading Insight, dinamika teknikal masih mendukung langkah lebih lanjut untuk kiwi.
Rencana trading yang disarankan adalah membuka posisi long NZDUSD dengan open sekitar 0,6045 dan stop loss di 0,6000 serta take profit di 0,6140. Rasio risiko-imbalan di sini sekitar 1:1,6, memenuhi standar minimal yang kami tetapkan. Perhatikan bahwa jika data ekonomi AS menunjukkan ketataan, USD bisa menguat kembali dan membatasi upside NZD.
Perlu dicatat bahwa fokus pasar saat ini adalah komentar para anggota FOMC dan keterangan data tenaga kerja AS yang tertunda akibat shutdown pemerintah. Ketidakpastian seputar rilis data berpotensi meningkatkan volatilitas jangka pendek pada pasangan NZDUSD. Secara keseluruhan, jika sentimen risiko tetap positif, kiwi memiliki peluang untuk melanjutkan koreksi naik, namun risiko jika dolar menguat mungkin menekan laju kenaikan.