NZDUSD mengalami tekanan turun setelah Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) mempertahankan Official Cash Rate di 2.25% pada rapat pekan lalu. Gubernur baru Anna Breman menegaskan kebijakan akan tetap akomodatif untuk beberapa waktu, sehingga ekspektasi mengenai pengetatan jangka pendek dibatasi. Pasar merespons dengan pergeseran kecil pada proyeksi suku bunga dan kurva swap yang lebih jinak.
Kebijakan akomodatif RBNZ dibandingkan dengan kebijakan RBA yang baru saja menaikkan suku bunga memberikan batas atas bagi potensi pergerakan Kiwi. Perbandingan kebijakan ini menambah beban pada NZD ketika sentimen global tetap rapuh karena risiko tarif dan ketidakpastian ekonomi. Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu konteks pergerakan NZDUSD.
Menilik track proyeksi suku bunga RBNZ, kemungkinan kenaikan pertama terundur hingga akhir 2026. Pasar mengubah harga swap dan imbal hasil terkait, dengan implikasi langsung pada aliran dana antar mata uang. Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu konteks pergerakan NZDUSD.
Secara teknikal, NZDUSD masih diperdagangkan di atas moving average utama meski momentum kenaikan telah melemah seiring waktu. Harga berada di jalur konsolidasi dengan tekanan berkurang, meski berada di atas garis moving average utama. Indikator momentum menunjukkan penurunan kekuatan bullish dibandingkan beberapa minggu sebelumnya.
Pola harga saat ini membentuk wedge menurun dari puncak Februari di sekitar 0.6090, dengan serangkaian higher highs yang makin rendah. Titik rendah juga menyusut, memperkecil peluang bagi pergerakan yang lebih positif dalam jangka pendek. Tekanan teknikal ini mengindikasikan risiko penurunan lebih lanjut jika sentimen pasar tetap buruk.
Stochastic Oscillator telah berubah menjadi bearish dan bergerak mendekati wilayah oversold, menambah konfirmasi bahwa momentum penurunan bisa berlanjut dalam beberapa sesi. Break di bawah 0.5940 berpotensi membawa harga menuju level 50-day EMA, sedangkan reclaim di atas 0.6000 bisa menarik minat pembeli kembali.
Dinamika makro AS juga membentuk konteks bagi NZDUSD. Kepercayaan konsumen Conference Board naik tipis menjadi 91.2 pada Februari, memberikan dukungan terhadap mata uang utama yang sensitif terhadap risiko secara global. Namun, faktor lain tetap menjadi penopang variasi di pasar valuta asing.
Pengumuman tarif global sebesar 15% oleh pemerintahan AS menambah lapisan risiko bagi aset berisiko, termasuk NZD. Pasar menilai prospek pertumbuhan dunia menjadi lebih berhati-hati karena biaya perdagangan yang lebih tinggi. Ketidakpastian terkait kebijakan ekonomi global terus memicu volatilitas pada pasangan ini.
Perbedaan kebijakan antara RBNZ dan RBA tetap membatasi potensi upside NZD, sementara volatilitas tarif dapat mempertahankan bias risk-off. Secara keseluruhan, sinyal teknikal dan fundamental saat ini sejalan pada arah penurunan bagi NZDUSD jika tekanan tarif berlanjut.