OCBC: Emas dan Perak Rebound dengan Konsolidasi sebagai Tema Menuju Akhir Tahun

OCBC: Emas dan Perak Rebound dengan Konsolidasi sebagai Tema Menuju Akhir Tahun

trading sekarang

OCBC Bank menilai bahwa emas dan perak rebound karena meningkatnya minat beli saat tekanan likuidasi mulai mereda. Laporan ini ditulis oleh analis Sim Moh Siong dan Christopher Wong. Mereka menilai bahwa pengurangan tekanan likuiditas membuka peluang bagi investor untuk menambah posisi.

Meskipun rebound terjadi, sentimen pasar tetap berhati-hati. Banyak pelaku pasar menilai bahwa pergerakan lebih lanjut kemungkinan akan menyusul dalam format konsolidasi, bukan pembalikan tren. Hal ini juga disebabkan oleh faktor-faktor risiko global yang masih mengambang.

Prakiraan akhir tahun untuk emas dan perak tetap pada level USD5.600 per ons untuk emas dan USD133 per ons untuk perak. Laporan menekankan bahwa meski tekanan margin dan penjualan paksa mereda, kepercayaan pasar belum pulih sepenuhnya. Kondisi semacam ini meningkatkan potensi pergerakan dua arah dan volatilitas.

Posisi pasar tampaknya telah direset ke level teknis baru meski pembacaan kepercayaan masih belum pulih sepenuhnya. Hal ini menunjukkan perubahan struktur posisi pelaku pasar setelah rebound. Konsekuensinya, reaksi harga bisa lebih responsif terhadap data makro selanjutnya.

Pasar cenderung beroperasi dalam dua arah, dengan peluang kenaikan yang terbatas dan risiko penurunan yang masih ada. Faktor likuiditas global dan kalender rilis data ekonominya dapat memicu pergerakan yang tidak terduga. Investor perlu memperhatikan level support dan resistance yang baru.

Meskipun ada reset posisi, kepercayaan investor tidak sepenuhnya pulih, sehingga volatilitas tetap tinggi dalam beberapa minggu mendatang. Kondisi ini menuntut manajemen risiko yang lebih ketat. Analisis pasar menyarankan pendekatan yang berhati-hati.

Proyeksi akhir tahun untuk emas dan perak tetap pada target yang sama yaitu emas USD5.600/oz dan perak USD133/oz. Ini menjadi acuan bagi posisi jangka menengah bagi investor yang mengikuti dinamika pasar logam mulia.

Minat beli yang muncul memberikan peluang bagi investor untuk mempertimbangkan posisi jangka menengah. Namun hal ini tetap perlu diselaraskan dengan profil risiko masing-masing investor. Pantauan terhadap faktor pendukung seperti likuiditas dan arus masuk modal menjadi hal penting.

Rasio risiko imbal hasil minimal 1:1,5 menjadi pedoman, meski sinyal eksplisit untuk beli atau jual belum terlihat. Investor disarankan memantau pergerakan harga secara berkelanjutan dan menunggu konfirmasi teknikal atau fundamental sebelum mengambil keputusan. Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight.

broker terbaik indonesia