
Langkah revolusioner ini mengubah lanskap keuangan daerah secara signifikan, menyiapkan panggung bagi UMKM untuk tumbuh lebih cepat dan kompetitif. OJK menyetujui penggabungan lima Bank Perkreditan Rakyat (BPR) menjadi satu entitas baru bernama PT Bank Perekonomian Rakyat Mangatur Ganda. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat permodalan serta meningkatkan skala usaha untuk mendorong perekonomian nyata di Indonesia.
Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-45/D.03/2026 tertuang sebagai landasan resmi persetujuan pada 19 Juni 2026. Penggabungan ini mencakup PT BPR Mindosari, PT BPR Rap Ganda, PT BPR Tiurganda, PT BPR Lipatganda, dan PT BPR Tahuan Ganda ke dalam PT BPR Mangatur Ganda, berlokasi di Sumatera Utara.
Menurut Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Triyoga Laksito, langkah ini mulai berlaku setelah perubahan Anggaran Dasar BPR hasil penggabungan disahkan kementerian hukum. Dengan demikian, konsolidasi menjadi bagian dari upaya strategis memperluas wilayah kerja hingga lima provinsi di Sumatera, sambil menjaga tata kelola yang kuat dan kepatuhan yang ketat.
Nilai tambah utama dari langkah ini adalah akses pembiayaan yang lebih mudah dan dekat bagi pelaku UMKM di berbagai wilayah. Penggabungan diproyeksikan meningkatkan skala operasional dengan total aset melebihi Rp400 miliar, modal inti di atas Rp135 miliar, serta rasio permodalan (KPMM) di atas 50 persen. Kombinasi ini diharapkan mempercepat inovasi produk dan memperkuat dukungan keuangan bagi sektor riil.
Perluasan wilayah kerja menuju lima provinsi di Pulau Sumatera akan menguji kemampuan tata kelola internal, manajemen risiko, dan kepatuhan. OJK menekankan bahwa keberhasilan BPR yang sehat bergantung pada implementasi kebijakan risiko yang proaktif, serta responsif terhadap kebutuhan unik masing-masing daerah.
Sejalan dengan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR dan BPR Syariah 2024-2027, aksi korporasi ini menjadi contoh nyata akselerasi konsolidasi untuk memperluas pangsa pasar. Kolaborasi lintas wilayah diharapkan menghasilkan layanan keuangan yang lebih inklusif bagi UMKM, UMKM mikro, dan pelaku ekonomi lokal lainnya.
Langkah ini sejalan dengan komitmen OJK untuk membangun BPR yang sehat, kuat, dan tahan banting terhadap dinamika pasar. OJK mengimbau nasabah dan publik untuk tetap tenang serta percaya pada upaya konsolidasi yang terarah dan berkelanjutan. Pembentukan Mangatur Ganda menjadi bagian dari upaya nasional menjaga kelestarian perbankan rakyat dan syariah sebagai pilar pembiayaan UMKM.
Ke depan, OJK menegaskan dukungannya terhadap konsolidasi lebih lanjut untuk memperkuat kelembagaan BPR dan BPR Syariah melalui transformasi industri. Fokus utama mencakup tata kelola, inovasi produk berbasis TI, serta penguatan sumber daya manusia untuk meningkatkan efisiensi layanan keuangan bagi masyarakat daerah maupun nasional.
Penutup analisis ini disampaikan dalam rangka memberikan gambaran kepada pembaca tentang bagaimana sinergi antara kebijakan regulasi, sektor perbankan rakyat, dan dinamika ekonomi daerah dapat mendorong pertumbuhan UMKM. Sebagai bagian dari platform analisis ekonomi, Cetro (Cetro Trading Insight) mengajak semua pihak untuk memantau pelaksanaan konsolidasi secara berkala dan memahami dampaknya terhadap perekonomian lokal maupun nasional.