OPEC Pertahankan Proyeksi Permintaan Minyak Global 2026–2027; Pasokan OPEC+ Naik 445 Ribu Bpd di Februari

OPEC Pertahankan Proyeksi Permintaan Minyak Global 2026–2027; Pasokan OPEC+ Naik 445 Ribu Bpd di Februari

trading sekarang

OPEC menyampaikan bahwa proyeksi permintaan minyak global untuk 2026 dan 2027 tetap tidak berubah. Laporan resmi menegaskan bahwa gambaran permintaan tetap pada jalur yang diantisipasi meski gejolak geopolitik sedang diawasi. Cetro Trading Insight menilai bahwa dinamika pasar saat ini lebih banyak dipicu oleh faktor pasokan daripada oleh perubahan permintaan mendasar.

Dalam laporan tersebut, OPEC menegaskan tidak terdapat revisi terhadap estimasi permintaan global. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia belum menunjukkan perubahan signifikan yang akan mengubah permintaan minyak secara substansial dalam periode proyeksi. Pasar tetap memantau apakah faktor eksternal akan mengubah keseimbangan antara pasokan dan permintaan.

Secara risiko, organisasi menekankan monitoring berkelanjutan terhadap perkembangan geopolitik namun belum memberi sinyal mengenai dampak langsung terhadap proyeksi ekonomi global. Narasi ini menekankan pentingnya koordinasi antara produsen utama dan dampak potensial terhadap kontinuitas pasokan di masa mendatang.

Saudi Arabia melaporkan pasokan ke pasar pada Februari mencapai 10.111 juta barel per hari, dengan produksi 10.882 juta bpd. Angka tersebut menunjukkan upaya menjaga tingkat output meski menghadapi tekanan dari permintaan global dan dinamika pasar.

Secara gabungan, OPEC+ mencatat rata-rata output 42.72 juta barel per hari di Februari, naik 445 ribu bpd dibanding Januari. Peningkatan ini mencerminkan komitmen koalisi dalam menjaga kelancaran pasokan meski volatilitas harga kerap muncul.

Di sisi kebijakan cadangan, beberapa negara dinamika akan memanfaatkan cadangan strategis untuk menambah pasokan jangka pendek. IEA diharapkan mengeluarkan rekomendasi terkait langkah tersebut, yang nantinya mempengaruhi keputusan produsen minyak di pasar global.

Pergerakan harga WTI menunjukkan volatilitas yang terus berlanjut, dengan kisaran perdagangan sekitar 82 hingga 88 dolar per barel sejak pembukaan sesi Eropa. Ketidakpastian ini dipicu oleh kombinasi faktor fundamental seperti peningkatan pasokan OPEC+ dan langkah cadangan yang sedang dievaluasi.

Berkenaan dengan risiko geopolitik, Jepang berencana merilis sebagian cadangan minyak mulai Maret, diikuti langkah serupa dari Jerman. Langkah tersebut menambah dinamika pasar dan bisa menahan momentum kenaikan harga jika realisasi pelaksanaan berjalan mulus.

Menurut Cetro Trading Insight, para pelaku pasar tetap berhati-hati dalam menimbang potensi dorongan pasokan dan permintaan. Arah harga saat ini belum menampilkan konklusi jelas meski ada dukungan dari cadangan strategis, sehingga trader dianjurkan menjaga manajemen risiko.

broker terbaik indonesia