Putusan Mahkamah Agung AS pada hari Jumat menyatakan bahwa tarif yang diberlakukan melalui IEEPA tidak konstitusional. Keputusan 6-3 ini menegaskan bahwa kerangka hukum untuk menarik tarif tidak cukup kuat secara hukum. Pelaku pasar segera menyesuaikan posisi mereka karena ketidakpastian perdagangan selama ini bisa mereda. Menurut Cetro Trading Insight, langkah ini membuka jalan bagi reli pasar dalam jangka pendek tanpa beban tarif yang berlarut.
Indeks utama seperti Dow Jones Industrial Average menguat, meskipun pembukaan sesi sempat lemah. Dow menambah sekitar 207 poin, atau 0,42%, mendekati 49.600, setelah sesi pagi yang tergugah. S&P 500 naik sekitar 0,52% dan Nasdaq Composite bertambah sekitar 0,68%. Pergerakan di sektor ritel terlihat mendominasi, dengan ETF SPDR S&P Retail ETF (XRT) sempat melonjak sekitar 1,8% setelah kabar itu.
Kabinet hukum dan analis menilai bahwa penghapusan tarif melalui jalur hukum tidak secara otomatis memunculkan langkah tarif lain. Sementara itu, beberapa perusahaan yang terdampak impor meninjau kembali biaya operasionalnya ke depan. Pasar menunjukkan ketahanan yang lebih besar terhadap berita besar dibandingkan beberapa waktu lalu, dinamika yang didorong oleh aliran modal yang lebih kuat. Dalam konteks ini, fokus investor tetap pada kebijakan perdagangan dan dampaknya terhadap biaya produksi.
Data Produk Domestik Bruto (PDB) AS untuk kuartal IV 2025 tumbuh 1,4% secara tahunan, meleset dari konsensus sekitar 3,0%. Laju pertumbuhan ini menandai perlambatan signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh 4,4%. Pemerintah menilai dampak penutupan pemerintah pada kuartal tersebut cukup besar, dengan perkiraan penurunan 0,25–1,5 poin persentase. Meski begitu, konsumsi rumah tangga tetap menjadi bagian penting perekonomian meskipun melambat.
Inflasi PCE inti, ukuran inflasi yang diutamakan the Fed, naik menjadi 3,0% y/y. Sementara inflasi PCE headline di Desember tercatat 2,9% y/y, dan keduanya naik 0,4% dari bulan sebelumnya. Laju inflasi inti menjadi fokus utama agar rencana pelonggaran kebijakan bisa tertunda. Pasar juga mencatat bahwa pertumbuhan PCE bulanan naik 0,4%, menambah dimensi kekhawatiran terhadap biaya hidup kedepannya.
Beberapa pejabat Fed tetap mempertahankan nada kebijakan yang hawkish, meski ada pembicaraan mengenai jalur pemotongan. Prospek Fed tetap pada kisaran 3,50–3,75% di pertemuan Maret dengan probabilitas tinggi untuk mempertahankan level tersebut. Sinyal inflasi yang masih tinggi membuat para pelaku pasar berhati-hati terhadap langkah pemotongan di 2026. Dengan putusan IEEPA, tekanan inflasi terkait perdagangan bisa mereda lebih cepat daripada ekspektasi, meskipun ada kemungkinan langkah pengganti dari White House.
Rilis data dan keputusan hukum menambah peluang bagi pergeseran strategi menuju risiko-tinggi untuk jangka pendek, meski tetap ada risiko volatilitas. Investornya perlu mengaitkan peluang pada perusahaan unggulan yang memiliki eksposur internasional yang jelas serta kemampuan menekan biaya produksi. Saran dari Cetro Trading Insight adalah menjaga diversifikasi dan memantau respons sektor retail dan manufaktur terhadap perubahan kebijakan perdagangan.
Analisis teknikal menunjukkan potensi konsolidasi pada indeks utama sebelum arah baru terbentuk, sehingga manajemen risiko tetap jadi kunci. Pelaku pasar disarankan memantau perubahan di laporan pendapatan, kebijakan fiskal, serta update dari otoritas moneter. Perkembangan kebijakan pengganti tarif juga perlu diwaspadai karena bisa memicu dinamika harga yang berbeda di berbagai sektor.
Media kami, Cetro Trading Insight, akan terus memantau pergerakan kebijakan dan data ekonomi untuk menginformasikan peluang trading yang relevan. Pembaruan reguler akan membantu trader menilai kapan posisi risk-on atau risk-off tepat untuk diambil. Dengan data yang ada, pasar tetap menilai fokus pada bagaimana inflasi bergerak dan kebijakan moneter menyesuaikan diri seiring berjalannya waktu.