Logan menegaskan bahwa risiko inflasi pada sisi atas masih ada meski data ekonomi menunjukkan stabilitas. Ia menyebut kebijakan moneter saat ini berada pada posisi yang tepat untuk menghadapi risiko terhadap mandat bank sentral. Pernyataan tersebut disampaikan pada acara di Columbia University sebagai bagian dari evaluasi terhadap prospek harga dan pertumbuhan.
Belakangan ini pasar tenaga kerja terlihat membaik, meski terdapat banyak variabel yang memengaruhi arah inflasi. Logan menyatakan bahwa jalur menuju target 2 persen belum sepenuhnya jelas, sehingga kebijakan perlu tetap responsif. Ia juga menyoroti ketidakpastian terkait tarif yang muncul dari keputusan pengadilan, yang bisa mengubah dinamika permintaan domestik.
Selain itu, stabilitas likuiditas menjadi fokus bagi lembaga keuangan. Ia menekankan pentingnya bank memikirkan keragaman deposan agar akses likuiditas tetap terjaga jika volatilitas pasar meningkat. Di sisi kerja, meskipun AI dan otomatisasi berkembang pesat, dampaknya terhadap tenaga kerja hingga saat ini belum menunjukkan dislokasi besar yang mengkhawatirkan.
Putusan pengadilan terkait tarif menambah lapisan ketidakpastian bagi prospek ekonomi. Logan menyoroti bahwa masih ada banyak faktor yang berperan pasca keputusan tersebut dan dampaknya terhadap permintaan dan penawaran belum terkuak sepenuhnya. Kebijakan Fed dinilai tetap relevan karena mampu menimbang risiko-risiko tersebut sebagai bagian dari mandatnya.
Di bidang tenaga kerja, kemajuan AI belum terlihat secara signifikan menggantikan pekerjaan manusia, walaupun teknologi terus berkembang. Pandangan ini memberi garis panduan bagi kebijakan terkait upah, pelatihan, dan perlindungan pekerjaan. Ketidakpastian seputar dampak otomasi menuntut kehati-hatian dalam penilaian risiko ekonomi.
Untuk menjaga stabilitas finansial, Logan menekankan pentingnya bank memulihkan akses likuiditas dan menjaga keberagaman deposan. Hal ini penting di tengah dinamika permintaan yang mungkin dipengaruhi tarif dan perubahan perdagangan. Kestabilan sektor keuangan dianggap kunci agar pelaku pasar bisa menilai peluang investasi dengan lebih robust.
Kebijakan moneter dinilai berada pada jalur yang tepat untuk menjaga inflasi kembali ke target meskipun jalurnya belum sepenuhnya jelas. Logan menyatakan upside risks tetap ada, namun kebijakan yang ada sekarang cukup untuk menimbang risiko tersebut tanpa mengurangi fokus pada stabilitas harga.
Berbagai faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran ekonomi masih saling terkait. Ketidakpastian terkait tarif, serta potensi perubahan kebijakan perdagangan global, dapat membuat lintasan inflasi menjadi tidak pasti. Para pelaku pasar perlu memcermati dinamika fiskal, perdagangan, serta respons kebijakan yang mungkin terjadi.
Data menunjukkan sekitar 30 ribu pekerjaan per bulan menjadi titik keseimbangan bagi pasar tenaga kerja, meski konteksnya berbeda-beda antar sektor. Ketidakpastian ini menuntut kehati-hatian bagi investor dan pembuat kebijakan dalam menilai peluang ekonomi. Secara umum, strategi investasi perlu mempertimbangkan durasi likuiditas, eksposur risiko, dan potensi imbal balik yang sejalan dengan profil risiko.