
TD Securities menilai dinamika pasar imbal hasil AS menunjukkan pergeseran tajam setelah dirilisnya data Personal Consumption Expenditures (PCE) inti yang lebih lemah dibanding ekspektasi. Menurut Cetro Trading Insight, meski ada kejutan pada pendapatan pribadi dan pengeluaran, arah kurva imbal hasil tetap didorong oleh ketidakpastian kebijakan dan respons pasar terhadap berita ekonomi lainnya. Mereka memperkirakan pergerakan harga obligasi dan imbal hasil cenderung berombak karena pedagang menimbang berbagai sinyal kebijakan yang mungkin muncul.
Kendati data PCE inti lebih lemah, data pendapatan pribadi dan pengeluaran berhasil mengejutkan pasar ke arah positif, menambah dinamika pada proyeksi inflasi. Para investor menilai bahwa laju inflasi inti tidak turun secara drastis meskipun energi memberikan kontribusi yang lebih ringan. Dalam konteks itu, pelaku pasar menahan hipotesis mengenai jadwal kenaikan atau pemangkasan suku bunga hingga ada petunjuk jelas dari pihak pembuat kebijakan.
Di tengah minimnya driver baru, para analis memperkirakan perdagangan suku bunga akan tetap berfluktuasi menjelang pernyataan pejabat Bank Sentral dan perkembangan isu regional. Penilaian terhadap arah kebijakan menjadi kunci bagi durasi dan pelarasan portofolio di pasar surat utang, dengan fokus pada respons imbal hasil jangka menengah hingga panjang.
Core PCE menunjukkan laju pertumbuhan 0,32% secara bulanan pada bulan Mei, dengan laju tahunan sekitar 3,4%. Hal ini menandai inflasi inti yang masih relatif terkendali meski angka keseluruhan membaik karena faktor energi. Penilaian ini konsisten dengan pandangan bahwa inflasi tidak melaju secara liar, meskipun bagian sektor jasa tetap menjadi sumber tekanan utama.
Market-based core PCE memberikan gambaran yang lebih tenang, mencatat kenaikan 0,24% mom pada Mei. Angka ini menyoroti bahwa lonjakan inflasi tidak menyebar luas ke seluruh perekonomian, karena sebagian kekuatan datang dari sektor jasa finansial. Hal ini mendukung narasi bahwa tekanan inflasi tidak terlalu panas dalam periode dekat.
Beberapa pejabat Fed menunjukkan pendapat yang lebih berhati-hati terhadap arah kebijakan di masa depan. Para ekonom menilai bahwa sinyal mengenai kebutuhan untuk menaikkan suku bunga mungkin lebih menantang jika tekanan inflasi jasa tidak memburuk dan jika pertumbuhan tenaga kerja melambat. Seruan untuk memperhatikan dinamika layanan dan hambatan biaya juga muncul dalam diskusi seputar jalur kebijakan.
Framing kebijakan menunjukkan bahwa beberapa pejabat berusaha menahan ekspektasi terhadap jalur suku bunga dengan menegaskan bahwa inflasi dari jasa dapat menjadi sumber kekhawatiran jika melebar. Komentar pejabat seperti Williams menandakan perlunya kehati-hatian terhadap prospek pemangkasan suku bunga di 2027–2028, yang meningkatkan volatilitas harga obligasi.
Pasar juga menantikan rilis data kepercayaan University of Michigan (U-Mich) pada pagi hari dan pidato pembicara Federal Reserve yang akan datang. Tanpa driver baru, dinamika pasar berpotensi tetap flat atau bergerak sideways sambil menunggu sinyal dari kejadian regional di Timur Tengah. Klaim ini memunculkan peluang bagi investor untuk menilai peluang alokasi aset secara hati-hati.
Dengan fokus pada berita dan pernyataan pejabat Fed, pelaku pasar diimbau untuk menjaga manajemen risiko. Meskipun notulen kebijakan tidak diungkap, kumpulan data ekonomi berikutnya akan menjadi penentu arah untuk periode mendatang dan dapat memicu pergeseran aliansi portofolio secara signifikan.