Pertumbuhan PDB riil Tiongkok berada pada jalur moderat sebesar 4,5% year-on-year (YoY) di kuartal IV 2025, sedikit melambat dari 4,8% pada kuartal sebelumnya. Data ini sejalan dengan jajak pendapat Bloomberg dan analisis Ho Woe Chen dari UOB Group. Fenomena ini menandakan pergeseran momentum dari konsumsi domestik ke dinamika produksi dan ekspor sebagai penopang utama.
Produksi industri tetap kuat meski belanja rumah tangga menunjukkan kelemahan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kapasitas manufaktur dan ekspor China masih menjadi motor utama pertumbuhan, meskipun sisi konsumsi belum pulih sepenuhnya. Para pelaku pasar perlu memperhatikan pola investasi dan kebijakan pemerintah yang cenderung menstabilkan permintaan domestik.
Untuk gambaran penuh 2025, estimasi pertumbuhan mencapai 5,0% sesuai target resmi. Kontribusi konsumsi akhir dan ekspor bersih terhadap pertumbuhan diperkirakan masing-masing 2,6 dan 1,6 poin persentase, sementara pembentukan modal bruto turun menjadi sekitar 0,8 poin persentase dibanding tahun sebelumnya. Struktur pendorong ini mencerminkan transisi ke arah investasi publik dan dukungan ekspor meski konsumsi tetap menjadi faktor utama yang perlu diperkuat.
Melihat ke depan, dukungan terhadap konsumsi domestik dan investasi publik diharapkan menjaga pertumbuhan tetap positif meski melambat menjadi sekitar 4,7% pada 2026. Penyetelan kebijakan tersebut mencerminkan respons kebijakan terhadap tantangan global serta kebutuhan untuk menjaga stabilitas ekonomi. Para analis melihat ruang untuk penyesuaian moderat tanpa mengorbankan momentum reform.
Dampak tarif Amerika Serikat dan basis per ekspor China diperkirakan akan lebih jelas, meskipun potensi kenaikan permintaan teknologi global dapat memberikan peluang terbatas bagi ekspor. Perkembangan ini menambah ketidakpastian terkait dinamika perdagangan, tetapi juga menawarkan potensi untuk peningkatan permintaan teknologi nasional dan kapasitas produksi.
NPC yang dimulai pada 5 Maret akan menetapkan target pertumbuhan 2026. Ekspektasi pasar berada di sekitar 5%, meskipun fokus tetap pada stabilitas jangka menengah. Dari sisi kebijakan moneter, asumsi dasar kami tetap mempertahankan suku bunga kebijakan pada pelonggaran bertahap dengan pemotongan reverse repo 7-hari sebesar 10 bps dan pemotongan rasio cadangan wajib sebesar 50 bps sepanjang tahun ini, membawa level reverse repo di 1,30%, LPR 1-tahun 2,90%, dan LPR 5-tahun 3,40%.