
Harga WTI diperdagangkan sekitar $87.60 per barel pada sesi Eropa, mengikuti sejumlah kenaikan sebelumnya. Pasar mencoba menilai dampak keterbatasan pasokan yang mulai mereda serta harapan untuk kelanjutan negosiasi damai antara AS dan Iran. Laporan CNN menyatakan negosiasi tetap berlangsung meski terjadi eskalasi militer belakangan.
Data EIA menunjukkan stok minyak mentah AS turun sebesar 7,2 juta barel minggu lalu, melampaui ekspektasi sebesar 4 juta barel. Penurunan ini menambah sinyal bahwa pasokan sedang menipis dan bisa mendorong harga lebih tinggi jika permintaan tetap kuat. Inventori turun bahkan ketika faktor geopolitik menambah volatilitas pasar, sementara SPR berada pada level terendah sejak Agustus 2023.
Departemen Energi AS mengumumkan rencana meminjam hingga 40 juta barel minyak dari SPR untuk menahan biaya energi dan menjaga pasokan. Langkah ini mencerminkan upaya pemerintah menenangkan pasar energi yang sensitif terhadap geopolitik. Menurut Cetro Trading Insight, dinamika pasokan yang lebih ketat bisa memberikan dukungan bagi minyak jika ketegangan mereda, meskipun risiko konflik regional tetap ada.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan respons militer meningkatkan kehati-hatian di pasar. Serangan roket dari Lebanon menuju Israel utara dan serangan terbaru AS ke Iran menambah risiko gangguan pasokan. Meskipun CNN melaporkan adanya kemajuan negosiasi damai AS-Iran, pasar tetap waspada terhadap potensi eskalasi.
Reaksi pasar juga dipengaruhi oleh pernyataan Iran yang mengecam serangan AS ke Teheran, seperti dilaporkan Guardian. Pelaku pasar menilai negosiasi damai bisa menjadi penentu arah harga, tetapi ketidakpastian geopolitik menjaga volatilitas tetap tinggi. Data dan komentar ini membuat pedagang menimbang risiko sambil menunggu konfirmasi langkah selanjutnya.
Bagi trader, prospek minyak masih bergantung pada arah negosiasi damai, pernyataan kebijakan, dan rilis data mingguan. Karena gambaran yang muncul bersifat campuran, sinyal trading pada artikel ini adalah no, dengan open, tp, sl diisi 0. Oleh karena itu, pembaca disarankan untuk menilai risiko secara independen sebelum mengambil posisi.