
Data ritel AS menunjukkan peningkatan 0,5% MoM pada April, sesuai perkiraan meski lebih rendah dari bulan sebelumnya. Secara tahunan, penjualan naik 4,9% dan melampaui ekspektasi pasar. Menurut Cetro Trading Insight, hal ini menegaskan bahwa konsumen tetap tahan banting meski tekanan biaya hidup masih tinggi.
Jumlah klaim pengangguran awal untuk minggu yang berakhir 9 Mei sebesar 211 ribu, di atas perkiraan 205 ribu. Angka ini mencerminkan pasar tenaga kerja yang kuat meskipun volatilitas inflasi masih membebani investor. Pasar juga menilai bahwa kebijakan moneter Federal Reserve dapat menahan sikap agresif dalam jangka pendek.
PPI naik 6% secara tahunan dan CPI mencapai 3,8%, keduanya masih di atas target 2% Fed. Angka-angka ini memperburuk persepsi inflasi yang melemahkan prospek pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Para investor memegang fokus pada bagaimana pelaku kebijakan menilai data tersebut dalam keputusan kebijakan berikutnya.
Saat ini XAUUSD diperdagangkan sekitar 4.678 dolar AS per ounce sesuai pembukaan terbaru. Emas berada dalam kisaran ketat antara 4.650 dan 4.700 karena momentum bullish melemah. Indikator Relative Strength Index tampak berbalik ke sisi bearish, menandakan potensi penurunan jika harga menembus support 4.650.
Jika harga mampu menembus 4.700, fokus teknikal akan bergeser ke area moving average 50 dan 100 hari di sekitar 4.740 dan 4.783. Jika level tersebut dilampaui, target berikutnya berada di sekitar 4.800 sebagai titik kunci berikutnya. Skenario ini mengimplikasikan peluang kenaikan yang terukur namun tetap perlu konfirmasi dari momentum pasar.
Meski ada peluang kenaikan, faktor fundamental tetap mempengaruhi arah harga. Pasar memperkirakan bahwa kebijakan Federal Reserve akan tetap berhenti pada pertemuan berikutnya, karena data inflasi yang membingungkan. Dalam kerangka risk-reward, skenario jual memiliki rasio risiko terhadap imbalan yang lebih menarik jika level 4.650 tertembus.
Ketegangan di Timur Tengah dan pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden Xi di China menambah ketidakpastian perdagangan global. Pasar melihat logam mulia sebagai aset lindung nilai, namun kehati-hatian meningkat karena dinamika geopolitik. Sentimen risk-off maupun risk-on terlihat bercampur seiring jalannya negosiasi.
Beijing dilaporkan setuju membeli 200 pesawat Boeing dan menyetujui penjualan teknologi NVIDIA H200 ke sejumlah perusahaan China, meski nada dialog mengenai Taiwan tetap tegang. Pada saat yang sama, dialog antara tim perdagangan AS dan China berlangsung di Korea Selatan dengan hasil yang disebut seimbang dan positif. Pelaku pasar mencoba meraba arah hubungan dagang kedua negara.
Secara praktis, penawaran data AS terbaru mendukung dolar dan membatasi pergerakan emas. Investor menimbang bahwa dua pilar kebijakan yaitu inflasi dan suku bunga akan membentuk arah pasar ke depan. Dengan asumsi dolar tetap kuat dan inflasi mereda bertahap, skenario penurunan harga emas menuju 4.600 hingga 4.500 tetap menyisakan peluang jika barrier 4.650 ditembus.