
Indeks dolar AS (DXY) kini diperdagangkan sekitar 99,20 dan menyentuh level tertinggi lima minggu. Kinerja USD didorong oleh data ekonomi AS yang lebih kuat dari ekspektasi serta imbal hasil obligasi yang naik. Menurut Cetro Trading Insight, kebijakan Federal Reserve berpotensi lebih agresif pada akhir tahun seiring tekanan inflasi yang tetap tinggi.
Belanja ritel April menunjukkan permintaan domestik tetap tahan banting, meskipun harga energi masih tinggi. Data klaim pengangguran menunjukkan stabilisasi pasar tenaga kerja, menambah keyakinan bahwa laju kenaikan suku bunga bisa berlanjut. Investor menilai bahwa sikap kebijakan moneter yang lebih ketat dapat mendukung dolar dalam beberapa kuartal mendatang.
Riset pasar juga menyoroti dampak kenaikan imbal hasil AS terhadap likuiditas global serta proyeksi pertumbuhan yang terasa terbebani oleh kenaikan harga energi. Harga minyak berada di sekitar $100 per barel, meningkatkan risiko inflasi dan tekanan terhadap pertumbuhan global. Meski demikian, momentum data AS yang lebih kuat tetap menjadi faktor utama yang menopang penguatan dolar.
Ketegangan geopolitik dan gangguan pasokan energi menambah volatilitas pasar. Strait of Hormuz masih tertutup, memicu lonjakan harga energi dan ketidakpastian bagi pelaku pasar. Dolar tetap mencerminkan risiko dan peluang terkait perdagangan internasional dalam konteks ini.
Pertemuan antara Presiden AS dan Presiden Tiongkok di Beijing menyoroti upaya meredam konflik sambil menjaga fasilitas perdagangan bagi bisnis AS. Para analis mencatat bahwa pertemuan tersebut juga mengevaluasi dukungan terhadap stabilitas regional di Timur Tengah. Hubungan bilateral yang bergejolak menambah kompleksitas bagi arah dolar dan aset berisiko.
Secara keseluruhan, data dan peristiwa terbaru menegaskan dolar masih berada dalam fase penguatan karena faktor fundamental AS dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat. Investor akan memantau inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta dinamika geopolitik untuk arah berikutnya. Bagi trader, peluang masuk pada instrumen terkait dolar perlu disertai manajemen risiko yang disiplin.