Analisis TD Securities menunjukkan lonjakan 1,8% pada penjualan ritel bulan Januari, meningkat secara signifikan dibanding bulan sebelumnya. Laju ini dipicu oleh permintaan yang luas serta kenaikan pesanan ekspor. Pembelian pada sektor non-ritel seperti karya seni, barang antik, dan logam mulia disebut sebagai pendorong utama peningkatan, menandai momentum belanja yang lebih kuat di awal tahun.
Secara garis besar, data ritel ini memperbaiki pandangan terhadap pertumbuhan GDP Januari meskipun belanja ritel sendiri hanya sekitar sepertiga dari total belanja konsumen. Dampak terhadap GDP bulanan dianggap terbatas, namun peningkatan ini menandai momentum yang lebih sehat bagi konsumsi rumah tangga. Dalam konteks yang lebih luas, data ini menjadi kontributor positif bagi outlook pertumbuhan kuartal pertama.
Di sisi fiskal, Januari menampilkan surplus sebesar £30 miliar, lebih tinggi dari ekspektasi pasar sekitar £24 miliar. Kinerja fiskal YTD sekitar £8 miliar lebih baik dari proyeksi OBR, meningkatkan kepercayaan terhadap stabilitas fiskal menjelang pembaruan anggaran pada 3 Maret. Perbaikan fiskal ini berpotensi memperkuat kepercayaan investor terhadap dinamika ekonomi Inggris.
PMI Februari menunjukkan dinamika yang tidak jauh berbeda dengan bulan sebelumnya: manufaktur pada 52,0 dan layanan pada 53,9. Angka-angka ini mengindikasikan ekspansi berkelanjutan di dua sektor utama, dengan layanan tetap menjadi mesin penggerak utama aktivitas ekonomi. Pembacaan ini, jika dipadukan dengan data Januari, memperkuat ekspektasi pertumbuhan PDB kuartal pertama yang positif.
Analisis pasar menunjukkan kombinasi PMI yang solid dan data fiskal yang membaik memperkuat narasi pertumbuhan ekonomi Inggris di awal tahun. Sinyal permintaan domestik dan ketahanan ekspor tetap positif meskipun ada fluktuasi bulanan. Secara keseluruhan, fondasi pertumbuhan tampak kokoh untuk memulai tahun ini, meskipun perhatian utama tetap pada pengendalian inflasi melalui kebijakan BoE.
Para pengamat tetap menilai fokus MPC adalah pada inflasi inti serta dinamika upah. Meskipun data baru memberi dukungan bagi pertumbuhan, kebijakan tetap berhati-hati terhadap tekanan inflasi. Keputusan Maret kemungkinan mempertimbangkan pembaruan GDP dan laporan tenaga kerja terbaru sebelum langkah kebijakan diadopsi, sambil menimbang risiko inflasi jangka pendek.
Kemungkinan pemangkasan suku bunga Bank of England pada Maret masih menjadi dasar pandangan pasar meskipun data nasional menunjukkan momentum positif. Ketidakpastian inflasi inti membuat pelaku pasar menilai jalur kebijakan akan menambah ruang bagi perbaikan kinerja mata uang pada tahap tertentu, meskipun ekspektasi pemotongan cenderung menekan sterling terhadap pasangan utama jika konteks data tidak berubah.
Meski data ritel dan fiskal menunjukkan kekuatan, keputusan BoE tetap dipengaruhi oleh arah inflasi dan dinamika upah. Pasar menanti pembaruan proyeksi ekonomi dan laporan tenaga kerja untuk menilai kesinambungan momentum. Dampak kebijakan terhadap volatilitas GBP cenderung meningkat dalam jangka pendek seiring perubahan ekspektasi pasar.
Dalam konteks perdagangan GBPUSD, para trader perlu memantau bagaimana rilis data berikutnya membentuk realisasi kebijakan Bank of England. Kebijakan yang selaras dengan inflasi inti dapat memicu pergerakan wajar pada pasangan tersebut. Inti analisis tetap pada keseimbangan risiko imbalan dan potensi volatilitas jangka pendek, sebagaimana disusun oleh Cetro Trading Insight.