Penurunan Investor Terdalam Juni 2026: SUPA Pimpin Penurunan SID dan SCPI Menuju Go Private

Penurunan Investor Terdalam Juni 2026: SUPA Pimpin Penurunan SID dan SCPI Menuju Go Private

trading sekarang

Di platform Cetro Trading Insight, kami mengamati dinamika pergerakan investor di pasar saham Indonesia pada Juni 2026. Data menunjukkan adanya tekanan likuiditas pada beberapa saham, terutama bagi emiten dengan profil investor SID. Insight ini membantu pembaca memahami bagaimana perubahan jumlah investor dapat memengaruhi ekosistem perdagangan.

Salah satu sorotan adalah SUPA, saham bank digital, yang mencatat penurunan jumlah investor terdalam selama periode ini. Penurunan ini berimplikasi terhadap likuiditas dan potensi pergeseran harga di masa mendatang.

Selain SUPA, deretan saham lain juga menunjukkan tren serupa meski dengan skala berbeda. Analisis ini dirancang untuk menyederhanakan konsep bagi pembaca awam tanpa mengurangi akurasi data yang tersedia.

Berikut ini merangkum deretan saham dengan penurunan jumlah investor terdalam sepanjang Juni 2026, berdasarkan data SID bulanan yang dirilis. Informasi ini penting untuk memahami dinamika permintaan terhadap sejumlah emiten yang terpantau di pasar modal Indonesia.

Salah satu sorotan utama adalah SUPA, yang mengalami penurunan investor sebesar 5.051 SID, setara dengan 5,44 persen dalam satu bulan. Secara keseluruhan, kinerja tiga bulan terakhir menunjukkan bahwa SUPA kehilangan 18,26 persen investor.

Saham lain yang mengalami penurunan cukup signifikan adalah ZATA dengan penurunan 4.256 SID atau 8,28 persen. MINA turun 3.656 SID sebesar 4,63 persen. INET juga mencatat penurunan 3.342 SID sebesar 2,06 persen.

Fakta mencuat mengenai Organon Pharma Indonesia Tbk (SCPI) yang mencatat penurunan jumlah investor terdalam sepanjang Juni 2026 sebesar 96,10 persen. Emiten ini juga disebut tengah berencana go private atau delisting secara sukarela, langkah yang menandai perubahan signifikan bagi dinamika pasar.

Selain SCPI, AKPI menunjukkan penurunan investor sebesar 90,01 persen dalam sebulan. Dalam tiga bulan terakhir, penurunan pada AKPI juga sangat signifikan, mencapai 81,66 persen.

Keputusan go private SCPI memunculkan pertanyaan mengenai likuiditas pasar dan bagaimana penilaian wajar terhadap saham-saham berkode serupa. Sementara itu, poros minat investor pada beberapa emiten lain tampak melambat, mencerminkan perubahan preferensi dalam portofolio investor publik.

banner footer