Perak Menanjak ke $113,50 Didukung Risiko Global dan Prospek Kebijakan Suku Bunga AS

Perak Menanjak ke $113,50 Didukung Risiko Global dan Prospek Kebijakan Suku Bunga AS

trading sekarang

Harga perak berhasil menyentuh sekitar $113,50 per ounce pada sesi Asia kemarin, terpantau naik sekitar 1,3% dibandingkan hari sebelumnya. Penguatan ini menandai minat pasar terhadap logam putih yang sering dilihat sebagai pelindung nilai di tengah ketidakpastian global.

Faktor utama yang memicu rally adalah kekhawatiran atas kondisi ekonomi dan geopolotik, ditambah spekulasi bahwa Federal Reserve bisa memangkas suku bunga. Sentimen ini menambah daya tarik logam berdenominasi dolar itu sebagai alternatif aset berisiko bagi sebagian investor.

Para analis juga menyoroti risiko koreksi jika dinamika pasar berubah atau jika langkah kebijakan tidak sejalan dengan ekspektasi. Ketidakpastian mengenai independensi The Fed turut meningkatkan tekanan pada logam mulia sebagai aset safe-haven di saat volatilitas meningkat.

Rapat kebijakan The Fed menjadi sorotan karena pasar menilai kemungkinan menahan suku bunga setelah tiga kali pemotongan pada akhir 2025, sebuah langkah yang akan menata arah kebijakan ke depan.

Komentar mengenai dolar AS memicu pergerakan indeks dolar, sehingga logam berdenominasi USD seperti perak bisa merespons secara signifikan tergantung pada arah dollar.

Proyeksi jangka menengah menunjukkan kemungkinan pemotongan berikutnya baru terjadi pada paruh kedua 2026, dengan beberapa analis, termasuk Mike McGlone, menyatakan perak bisa mencapai puncaknya tahun ini namun tetap berpeluang bertahan meski ada aksi ambil untung.

broker terbaik indonesia