Perak Menguat di Tengah Ketegangan Geopolitik: Permintaan Safe-Haven dan Prospek Kebijakan The Fed

Perak Menguat di Tengah Ketegangan Geopolitik: Permintaan Safe-Haven dan Prospek Kebijakan The Fed

trading sekarang

Perak terus menarik minat pembeli seiring meningkatnya ketegangan geopolitik. Investor mengalihkan fokus ke logam mulia sebagai aset lindung nilai ketika risiko global meningkat. Harga Perak (XAG/USD) berfluktuasi di sekitar level tertinggi sepanjang masa sekitar $95,89 per ounce, dan terlihat diperdagangkan mendekati $94,80 pada jam perdagangan Asia hari ini.

Permintaan terhadap aset defensif menambah dorongan bagi pasar logam mulia. Ketegangan geopolitik sering kali memperkuat profil Perak sebagai pelindung nilai terhadap risiko ekonomi dan politik. Laporan terkait juga menyoroti minat pembeli yang meningkat meskipun faktor teknikal bisa membatasi gerak harga.

Namun, beberapa pelaku pasar menahan taruhannya karena pandangan bahwa The Fed akan menunda pemangkasan suku bunga. Ekspektasi atas kebijakan moneter AS berperan penting dalam arah jangka pendek Perak. Kondisi itu berarti potensi kenaikan harga bisa terhambat meskipun faktor fundamental mendukung permintaan safe-haven.

Kebijakan AS dan Respons UE

Komentar Presiden AS mengenai Greenland menitikberatkan garis keras pada kebijakan luar negeri sebagai risiko bagi pertumbuhan ekonomi. Trump menyatakan tidak ada jalan kembali pada ambisi terkait Greenland dan mempertahankan ancaman tarif baru terhadap anggota UE. Ketidakpastian seperti ini cenderung meningkatkan permintaan terhadap logam mulia sebagai perlindungan terhadap risiko ekonomi.

Parlemen Eropa berencana menangguhkan persetujuan kesepakatan perdagangan AS-UE yang disepakati Juli, dengan pengumuman keputusan dijadwalkan di Strasbourg. Langkah tersebut menambah ketidakpastian di kawasan tersebut dan memperkuat risiko global. Investor bisa melihat ini sebagai faktor tambahan yang mendorong aliran modal ke aset pelindung nilai.

Di sisi lain, pasar memperkirakan pemotongan suku bunga pada Juni, meskipun pandangan atas jalur kebijakan beragam. Pelonggaran lebih lanjut diprediksi terjadi pada kuartal keempat, meskipun banyak analis menilai bank sentral bisa menahan suku bunga lebih lama. Ketidakpastian kebijakan moneter menambah volatilitas harga Perak.

Prospek Kebijakan Moneter dan Dampaknya pada Perak

Secara makro, banyak analis memperkirakan bank sentral akan mempertahankan kebijakan suku bunga yang lebih tinggi untuk periode yang lebih panjang. Kondisi tersebut bisa menjaga arus modal masuk ke aset safe-haven jika risiko geopolitik tetap tinggi. Meskipun demikian, faktor pendukung kenaikan harga Perak tetap ada dari sisi permintaan fisik dan investasi.

Analisa sinyal trading menunjukkan bahwa informasi dalam artikel ini bersifat fundamental dan bermakna untuk gambaran jangka panjang, tetapi sinyal teknikal belum memberi konfirmasi jelas. Investor disarankan menilai sinyal fundamental bersama indikator teknikal untuk menilai peluang masuk. Karena risiko/imbalan belum memenuhi syarat minimal, sinyal perdagangan disarankan tidak ada.

Outlook global menekankan bahwa The Fed bisa menahan suku bunga lebih tinggi lebih lama. Ketegangan geopolitik dan dinamika perdagangan juga bisa mengubah arah aliran dana ke logam mulia. Investor sebaiknya memantau data pekerjaan AS, pernyataan kebijakan Federal Reserve, dan perkembangan di kawasan geopolitik untuk menilai potensi pergerakan XAGUSD.

broker terbaik indonesia