Perak melonjak pada hari Jumat, membalikkan tekanan awal dan menunjukkan daya tahan meskipun volatilitas pasar tetap tinggi. Harga XAG/USD berada di sekitar $76,20, menguat sekitar 3,50% sepanjang hari. Pemulihan ini mencerminkan minat terhadap logam mulia sebagai aset safe-haven di tengah ketidakpastian geopolitik serta kekhawatiran terkait kebijakan moneter AS.
Para investor menegaskan fokus pada peluang harga rendah sebagai bagian dari strategi diversifikasi risiko. Perak menarik pembeli yang mencari perlindungan terhadap risiko pasar dan ketidakpastian kebijakan moneter yang lebih akomodatif. Di saat yang sama, dinamika permintaan safe-haven meningkat seiring kemunculan ketegangan geopolitik dan diskusi diplomatik AS.
Kekuatan dolar AS yang masih bertahan membatasi potensi kenaikan jangka pendek meskipun bias intraday positif. Dolar yang lebih kuat membuat logam berdenominasi USD menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional, menambah kehati-hatian meskipun peluang kenaikan singkat masih ada. Secara keseluruhan, permintaan safe-haven, ekspektasi penurunan suku bunga Fed, dan minat spekulatif menjaga Perak tetap didorong, meski faktor dolar tetap krusial.
Faktor pendorong utama di balik gerak Perak adalah dinamika kebijakan moneter AS. Data tenaga kerja AS menunjukkan tanda-tanda kelemahan, memperkuat peluang bagi Fed untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut. Pembatalan tekanan inflasi juga memperuncing ekspektasi pelonggaran kebijakan, yang pada gilirannya mendukung logam mulia sebagai aset pelindung nilai.
Ketegangan geopolitik dan diskusi diplomatik yang sensitif terkait AS meningkatkan permintaan terhadap logam mulia sebagai aset safe-haven. Investor mengalihkan fokus pada perlindungan modal, sehingga Perak menjadi pilihan eksposur alternatif terhadap risiko pasar. Namun, tingkat dolar yang fluktuatif membuat pergerakan harga tetap terpantau.
Selain faktor makro, investor juga memperhatikan diversifikasi portofolio. Beberapa pelaku pasar menambah eksposur pada Perak sebagai bagian dari strategi manajemen risiko. Strategi ini juga mencerminkan upaya memanfaatkan volatilitas harga logam mulia untuk potensi keuntungan jangka menengah.
Dinamika harga pada hari itu menunjukkan sentimen intraday yang positif meskipun data tenaga kerja AS menunjukkan kelemahan. Perak berada di sekitar $76,20 dan menguat sekitar 3,50% sepanjang hari, menandakan respons pasar terhadap peluang kebijakan moneter yang lebih longgar. Pergerakan ini mencerminkan keseimbangan antara permintaan safe-haven dan tekanan dari dolar AS yang tetap kuat.
Analisis teknikal menunjukkan bahwa arah jangka pendek masih dipengaruhi oleh keputusan kebijakan moneter dan nilai tukar. Jika Federal Reserve mempertahankan jalur pelonggaran, permintaan terhadap logam mulia bisa bertahan dan berpotensi menguat lebih lanjut. Namun, volatilitas dolar yang tinggi menambah risiko bagi momentum kenaikan.
Untuk pedagang, identifikasi level kunci sekitar $76,00-76,50 untuk menentukan tindakan. Rencana perdagangan sebaiknya mencakup manajemen risiko yang ketat dan ukuran posisi yang proporsional. Selain itu, kejelasan kebijakan makro akan menentukan peluang dan kendala di pasar logam mulia.