Perak berhasil menembus level kunci sekitar $100,27 setelah momentum lemah Dolar AS berlanjut. Hal ini membantu logam mulia mengimbangi meredanya ketegangan geopolitik. Secara teknis, harga berada di jalur kenaikan meski RSI menunjukkan kejenuhan belinya tidak berada pada puncaknya.
Lonjakan kemarin terjadi hingga hampir 4% setelah memantul dari level terendah harian $96,14. Proyeksi pasar menunjukkan potensi test resistance pertama di $100,50 dan selanjutnya sekitar $101,00. Pergerakan ini menegaskan dinamika positif yang bisa berlanjut jika momentum tetap terjaga.
Meskipun ketegangan geopolitik berkurang, dolar AS tetap berada dalam pelemahan jangka panjang dan data makroekonomi global dapat memicu volatilitas lebih lanjut. Narasi fundamental mendukung perak jika permintaan industri membaik atau permintaan safe-haven meningkat.
RSI saat ini berada dalam zona jenuh beli, namun belum menyentuh puncak ekstrem, sehingga ruang bagi potensi kenaikan masih ada. Aksi harga menunjukkan tren naik yang berkelanjutan, meski level-level jenuh secara teknis perlu diawasi dengan ketat.
Tren naik terlihat sebagai parabola, menandakan momentum yang kuat di sekitar harga $100. Resistance kunci berada di $100,50 dan berikutnya di $101,00 yang menjadi target jika bullish berlanjut. Break di atas level tersebut dapat memperpanjang momentum kenaikan.
Di sisi lain, jika harga turun ke $96,00, pola bearish engulfing berpotensi terbentuk, meningkatkan peluang koreksi menuju support terdekat di $86,23. Analisis pola grafis menyoroti risiko downside jika konfirmasi pola bearish terjadi.
Perkembangan perang dagang AS–Uni Eropa berkurang ketegangannya, namun dinamika dolar tetap memengaruhi arah harga logam mulia. Pelemahan dolar dapat menopang permintaan perak sebagai aset alternatif, meskipun volatilitas tetap ada.
Pembicaraan antara Rusia, Ukraina, dan AS di Abu Dhabi menambah konteks volatilitas, meskipun tidak menjamin arah jangka pendek. Pasar tetap mengawasi faktor geopolitik selain data ekonomi yang menambah tekanan pada harga.
Kedua elemen teknikal dan fundamental menunjukkan potensi konsolidasi jika harga tidak mampu menembus zona resistance. Pelaku pasar disarankan memantau level kritis dan mengelola risiko karena reaksi pasar bisa cepat berubah.