Perak naik mendekati level $90,70 pada hari Rabu, menandai minat investor terhadap aset pelindung nilai di tengah ketidakpastian perdagangan global. Guncangan geopolitik dan ketegangan hubungan dagang menambah daya tarik logam mulia sebagai penyangga portofolio. Karena itu, perak menunjukkan gerak yang lebih kuat daripada banyak aset berisiko dalam sesi tersebut.
Investors tetap berhati-hati menjelang negosiasi nuklir AS-Iran yang dijadwalkan di Jenewa. Langkah tarif tambahan yang diumumkan AS menambah ketidakpastian ekonomi global dan berpotensi menekan pertumbuhan. Meski begitu, pasar juga menimbang kemungkinan adanya solusi diplomatik yang dapat mengurangi risiko geopolitik.
Selain dinamika geopolitik, dinamika kebijakan moneter AS juga menjadi fokus. Beberapa pejabat Fed menekankan bahwa inflasi masih menahan ruang untuk pelonggaran besar, meskipun pasar mulai menimbang pemotongan suku bunga di beberapa bulan ke depan. Kondisi ini mendukung logam mulia karena daya tarik aset non-imbal hasil meningkat saat prospek suku bunga turun. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Para pelaku pasar memantau putaran kebijakan moneter global, dengan fokus pada pernyataan pejabat Fed dan arah suku bunga di AS. Banyak analis menilai inflasi tetap berada pada level tinggi, sehingga kehati-hatian terhadap langkah pelonggaran dibutuhkan. Pasar tetap menilai kemungkinan pemotongan suku bunga di beberapa bulan mendatang meskipun jalur kebijakan masih rapuh.
Pergerakan dolar AS cenderung melemah jika ekspektasi pelonggaran tetap terjaga, yang pada akhirnya meningkatkan daya tarik logam mulia seperti perak. Logam yang tidak membayar imbal hasil akan lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga dibanding aset berimbal hasil, sehingga pembuat pasar mengarahkan fokus pada dinamika kebijakan Fed. Secara umum, skenario baseline menunjukkan risiko dolar yang terkendali dan harga perak mendapat dukungan.
Terlebih lagi, negosiasi antara AS dan Iran serta potensi eskalasi regional menjaga premi risiko bagi logam pelindung nilai. Pasar menilai volatilitas bisa meningkat dalam jangka pendek, tetapi hasil negosiasi yang konstruktif dapat menambah momentum bagi perak. Dengan asumsi data inflasi dan langkah kebijakan tetap mendukung pelonggaran, prospek logam mulia tetap positif.
Mengarungi langkah teknikal dan fundamental, sinyal beli pada perak akan lebih kuat jika harga bertahan di atas pembuka sekitar $90,70. Penutupan harian di atas level tersebut dapat memvalidasi lanjutan tren kenaikan jangka pendek. Namun, trader perlu memantau faktor risiko seperti volatilitas geopolitik dan rilis data ekonomi.
Rasio risiko-imbalan untuk skenario beli diperkirakan minimal 1:1.5 dengan target sekitar $95 dan stop di $88. Dengan skenario ini, open->tp>sl memadai jika harga bergerak sesuai ekspektasi. Sambil patuh pada manajemen risiko, ukuran posisi harus diatur secara hati-hati.
Jika negosiasi memburuk atau data ekonomi AS menunjukkan kejutan yang tidak diduga, perak bisa berbalik arah atau menguat lebih lanjut tergantung pada arah aliran dolar. Perak tetap sensitif terhadap dinamika industri serta arus safe-haven, sehingga volatilitas bisa meningkat saat rilis berita besar. Oleh karena itu strategi diversifikasi dan panduan risiko tetap menjadi bagian penting dari setiap rencana perdagangan.