SNB mengeluarkan pernyataan yang tidak diminta pada Senin, menyatakan bahwa mereka semakin siap campur tangan di pasar mata uang setelah krisis Iran mendorong EUR/CHF ke level terendah 11 tahun sekitar 0.9030. Langkah ini menyoroti tekanan terhadap franc Swiss di tengah ketegangan geopolitik dan lanskap kebijakan moneter global. Narasi ini menambah risiko bagi investor yang menilai franc sebagai aset pelindung nilai utama.
Data Swiss yang dirilis hari ini mengecewakan; penjualan ritel Januari turun 1,1 persen, yoy versus ekspektasi 2,7 persen. Selain itu, PMI SVME Februari turun menjadi 47,4 dari 48,8 pada bulan sebelumnya, menunjukkan kontraksi lebih dalam pada sektor manufaktur. Kombinasi ini memperbesar tekanan deflasi pada ekonomi Swiss dan memperbesar tantangan bagi SNB.
Di sesi Asia, franc menjadi aset safe-haven yang menanjak terhadap euro dan beberapa mata uang utama ketika serangan militer AS-Israel terhadap Iran memicu arus ke aset aman. EUR/CHF turun ke sekitar 0.9030 sebelum rebound mendekati 0.9110 setelah peringatan intervensi SNB. Sementara itu, USD/CHF tidak sejalan dengan franc; dolar AS menguat akibat permintaan safe-haven dan keunggulan imbal hasil, dengan USD/CHF bertahan di sekitar 0.7780 setelah sesi perdagangan.
Pada grafik harian, USDCHF diperdagangkan sekitar 0.7789. Bias jangka pendek masih bearish karena harga berada di bawah descending 50-day dan 200-day exponential moving averages, keduanya membatasi potensi kenaikan. Struktur tren turun tetap dominan meski ada upaya koreksi sesaat.
Pergerakan rebound dari area sekitar 0.76 memberikan sedikit pengurangan tekanan downside, namun stochastic menunjukkan pergerakan naik dari wilayah oversold. Hal ini mengisyaratkan bahwa pemulihan bersifat sementara dan tidak berarti pembalikan tren secara keseluruhan. Investor tetap berhati-hati terhadap sinyal lemah yang bisa berbalik seiring momentum pasar.
Rintangan terdekat berada di sekitar 0.7830, berdekatan dengan zona EMA 50, diikuti 0.7900 jika pembeli kembali membawa harga lebih tinggi. Di sisi bawah, dukungan berada di sekitar 0.7730 yang akan menjaga jalur menuju target terendah baru dekat 0.7625. Selama harga berada di bawah 0.7900, potensi rally tetap rentan terhadap tekanan jual dan kerangka bearish yang lebih luas tetap berlaku.
Dinamika fundamental menambah kompleksitas: Bank Swiss menghadapi risiko deflasi dengan inflasi mendekati nol, dan bank memperkirakan inflasi rata-rata 0,3 persen untuk 2026. Kondisi ini menambah tekanan pada kebijakan moneter dan meningkatkan tekanan pada CHF dalam beberapa skenario. Karena itu pelaku pasar terus memantau langkah SNB dan dinamika nilai tukar secara seksama.
Rilis CPI Swiss pada hari Rabu menjadi fokus utama berikutnya. Pasar memperkirakan kenaikan CPI mom sebesar 0,4 persen dan yoy -0,1 persen, yang berpotensi mendorong Swiss ke wilayah deflasi jika realisasinya lebih lemah. Reaksi terhadap angka CPI akan memandu arah USDCHF dan ekspektasi intervensi SNB turut mempengaruhi volatilitas di pasar valuta asing.
Rencana trading yang diusulkan adalah posisi jual pada USDCHF dengan open di 0,7789, take profit di 0,7700, dan stop loss di 0,7830. Rasio risiko-imbalan yang diharapkan sekitar 2,2:1, memenuhi kriteria minimal 1:1,5. Namun para trader perlu memperhatikan volatilitas kebijakan SNB serta respons pasar terhadap data CPI, karena faktor ini bisa mengubah arah pergerakan dengan cepat.