Perak bergerak di tengah pertimbangan pelonggaran kebijakan moneter AS yang sedang berlangsung. Pasar memperhatikan langkah Ketua Federal Reserve serta sinyal kehati-hatian terhadap pelonggaran. Pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua Fed oleh Presiden AS dipandang memberikan arah kebijakan yang lebih terukur dan berhati-hati, sehingga memengaruhi dinamika harga logam ini saat ini. Ketakutan terhadap pelonggaran yang lebih dini turut menjaga volatilitas di pasar logam mulia tersebut.
Pergeseran nada kebijakan ini di satu sisi mendorong penyesuaian aliran modal, sedangkan di sisi lain memunculkan risiko bagi pelaku pasar. Penurunan harga terjadi seiring berkurangnya posisi spekulatif yang biasanya mendorong harga ke arah bawah. Meski demikian, beberapa pelaku pasar tetap menilai potensi pembelian pada level harga tertentu sebagai peluang teknis jangka pendek. Hal ini menambah kedalaman analisa bahwa arah tren masih bergantung pada pernyataan kebijakan lebih lanjut.
Harga XAG/USD mencatat rebound di sesi Asia, mencoba pulih dari kerugian besar dalam dua sesi terakhir dan diperdagangkan mendekati level sekitar 81,40 per troy ounce. Momentum rebound ini mencerminkan interaksi antara risiko kebijakan dan dinamika permintaan investor. Kekuatan hak kebijakan serta faktor struktural seperti defisit pasokan dan arus investasi spekulan turut menjadi pendorong utama pergerakan harga.
Ketegangan geopolitik secara bertahap mereda, sehingga permintaan safe-haven untuk logam mulia ini berkurang. Permintaan investor cenderung menurun ketika peluang diplomasi meningkat dan risiko konflik berkurang. Meski demikian, ketidakpastian tetap ada karena faktor ekonomi global yang saling terkait.
Di sisi kebijakan, pernyataan para pejabat Federal Reserve menambah nuansa kehati-hatian di pasar. Presiden Fed St Louis, Alberto Musalem, menegaskan bahwa pemotongan suku bunga lebih lanjut tidak diperlukan dan kebijakan pada kisaran 3,50%-3,75% umumnya netral. Sementara Presiden Fed Atlanta, Raphael Bostic, mendorong kesabaran dan menekankan bahwa kebijakan perlu tetap agak ketat.
Outlook jangka pendek menunjukkan volatilitas tetap tinggi karena respons pasar terhadap perubahan kebijakan dan dinamika geopolitik. Arah harga perak akan sangat bergantung pada aliran investasi global dan pernyataan kebijakan lebih lanjut. Investor disarankan memonitor risiko dan menilai peluang sesuai dengan perubahan sentimen pasar dan data ekonomi terbaru.