Harga Perak XAG/USD turun sekitar 1,70% pada hari Kamis setelah sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di dekat $94. Pullback ini mencerminkan aksi ambil untung dan penyesuaian permintaan safe-haven yang lebih lemah. Investor sedang mencerna faktor geopolitik serta data makro yang sedang berubah dengan cepat.
Pernyataan Presiden AS mengenai meredanya laporan terkait Iran menurunkan kekhawatiranEskalasi militer dan mengurangi daya tarik aset safe-haven seperti Perak. Kondisi ini berkontribusi pada penurunan permintaan defensif meski risiko geopolitik tetap ada. Pasar juga menilai bahwa risiko sentimen global telah terkendali untuk sementara waktu.
Di sisi lain, data makro AS yang lebih kuat dari ekspektasi menambah tekanan pada logam mulia karena meningkatkan peluang The Federal Reserve untuk menahan suku bunga. Penguatan imbal hasil riil menguntungkan dolar dan menekan permintaan Perak sebagai aset lindung nilai. Secara keseluruhan, prospek jangka menengah tetap konstruktif meski koreksi jangka pendek terjadi.
Analisis OCBC menunjukkan bahwa Perak telah mengalami kenaikan yang kuat sejak awal tahun didorong oleh defisit pasokan yang persisten serta permintaan industri yang solid. Permintaan dari sektor industri tetap tinggi, mendukung penggunaan logam putih dalam berbagai aplikasi manufaktur. Faktor-faktor struktural tersebut menjaga XAG/USD berada di sekitar level historis tinggi meski terjadi fase konsolidasi.
Di sisi lain, data makro AS yang lebih kuat memperkuat pandangan bahwa kebijakan moneter bisa tetap restriktif dalam beberapa bulan ke depan. Pasar menilai The Fed akan mempertahankan suku bunga, yang menambah tekanan pada logam yang sensitif terhadap imbal hasil. Hal ini memperkuat sentimen dominal dolar dan menekan minat pada logam mulia.
Namun outlook jangka menengah tetap konstruktif karena faktor pasokan yang ketat dan permintaan industri yang stabil. Kondisi tersebut menjaga pandangan XAG/USD berada dekat level historis tinggi dalam beberapa kuartal mendatang. Meski ada kemungkinan konsolidasi jangka pendek, tren dasar tetap mendukung pergerakan harga lebih tinggi.
Dari sisi teknikal, pergerakan terakhir tertahan di sekitar $91,70 per ons setelah gagal menembus dekat $94,00. Ini mencerminkan tekanan jual jangka pendek meski minat pembeli terlihat di sekitar level tersebut. Pengamatan lebih lanjut terhadap rata-rata pergerakan dan level resistance menjadi kunci arah pasar selanjutnya.
Jika faktor fundamental tetap mendukung, koreksi ini bisa menjadi peluang pembelian bagi investor jangka menengah dengan target menuju $97,00 atau lebih tinggi. Rintangan di sekitar $94,00–$95,00 menjadi uji penting yang bisa mengubah pandangan arah pasar. Sementara itu, tekanan dolar dan imbal hasil riil menjadi faktor penentu dinamika selanjutnya.
Rencana trading yang disarankan adalah posisi long dengan open sekitar $91,70, take profit sekitar $97,00, dan stop loss sekitar $89,00. Rasio risiko-imbangan yang dihasilkan berada di atas 1:1,5 sepanjang skenario tetap relevan. Strategi ini mengasumsikan bahwa faktor fundamental tetap menguat dan teknikal menunjuk ke perbaikan harga.