
Pada perdagangan Rabu, perak XAGUSD rebound setelah mengalami tekanan pada hari sebelumnya. Sentimen positif datang dari menurunnya imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun, yang menekan biaya peluang untuk memegang logam mulia. Kondisi ini mendorong investor kembali memasukkan perak ke dalam portofolio sebagai aset pelindung nilai jangka pendek.
Penurunan yield AS menggambarkan melambatnya tekanan pada pasar obligasi global, menambah ruang bagi pergerakan harga logam mulia. Meskipun prospek makroekonomi masih menahan potensi upside, momentum pembelian jangka pendek muncul karena pasar mencoba menyeimbangkan risiko inflasi dan pertumbuhan. Analis mencatat bahwa yield yang lebih rendah membuat logam seperti perak lebih menarik dibandingkan aset berpengembalian rendah lainnya.
Katalis teknikal juga mendukung langkah pembelian. Para investor menunggu rilis minutes FOMC untuk memeroleh petunjuk lebih lanjut tentang bagaimana kebijakan akan menimbang dampak kenaikan harga energi terhadap inflasi. Dalam konteks itu, pergerakan harga tetap di atas tekanan risiko geopolitik meskipun ada peluang pembelian yang lebih kuat.
Ketegangan geopolitik antara AS dan Iran berperan sebagai pendorong utama permintaan aset safe-haven. Risiko gangguan pasokan energi meningkatkan tekanan inflasi yang diantisipasi akan bertahan lebih lama. Pasar juga mencermati bagaimana Fed akan menjaga kebijakan tetap restriktif untuk periode yang lebih lama.
Ketidakpastian inflasi dan biaya energi yang lebih tinggi menjadi faktor pendukung bagi perak sebagai alternatif pelindung nilai. Pelaku pasar menilai bahwa meskipun data ekonomi menunjukkan perbaikan, kebijakan moneter kemungkinan tetap ketat untuk sementara waktu. Minutes FOMC menjadi fokus sebagai panduan terhadap dampak energi terhadap arah inflasi.
Sejalan dengan itu, ekspektasi suku bunga AS terus menyesuaikan diri. Jika kebijakan tetap ketat, perak bisa tetap didorong oleh aliran safe-haven meski ada potensi koreksi teknikal. Investor menanti kejelasan dari pernyataan FOMC, karena kredibilitas kebijakan akan mempengaruhi arah harga dan risk appetite pasar.