
Harga perak XAGUSD turun sekitar 3,2% menjadi sekitar $84.70 pada penutupan sesi, karena investor mengambil keuntungan setelah rally beberapa hari terakhir. Pergerakan ini menandai koreksi yang lazim terjadi setelah lonjakan harga yang tajam. Situasi teknikal juga menunjukkan adanya tekanan jual yang meningkat di dekat level kunci.
Rally perak sebelumnya didorong oleh momentum teknikal dan meningkatnya permintaan untuk logam industri. Namun, pembalikan ini menambah risiko bahwa aksi jual bisa berlanjut jika dinamika pasar tidak berubah. Para pedagang juga memperhatikan bahwa harga berada dalam area yang relatif overbought pada beberapa indikator jangka pendek.
Analisa OCBC menunjukkan bahwa reli harga tampak kuat namun berpotensi melemah karena kondisi jangka pendek dianggap terlalu panjang. Christopher Wong menyoroti bahwa kondisi overbought bisa menjadi sinyal bagi investor untuk mengambil profit. Cetro Trading Insight mencatat bahwa tekanan profit-taking bisa mempercepat pergerakan menuju level support berikutnya.
Dolar AS tetap didorong oleh revisi hawkish terhadap ekspektasi kebijakan Fed, meningkatkan daya tarik imbal hasil obligasi dan menekan logam mulia non-yield seperti perak. Imbal hasil US Treasuries yang lebih tinggi telah menambah biaya peluang bagi kepemilikan logam mulia tanpa yield. Kondisi ini memperkuat tekanan pada XAGUSD untuk melanjutkan fase penurunan.
Data inflasi yang masih menunjukkan tekanan harga dan pasar tenaga kerja yang relatif stabil mengurangi peluang pelonggaran kebijakan. Pasar menilai Fed kemungkinan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga posisi saat ini cenderung berat bagi logam mulia. Faktor-faktor ini membuat investor mengalihkan fokus ke aset yang lebih memberikan imbal hasil.
Harga minyak yang tetap tinggi juga menambah beban biaya bagi rumah tangga dan perusahaan, sehingga permintaan terhadap logam mulia bisa tetap terbatas. Investor memperhatikan potensi pelonggaran atau pengetatan kebijakan di sisa tahun ini. Menurut Cetro Trading Insight, dinamika kebijakan moneter tetap menjadi pendorong utama arah perak dalam beberapa kuartal mendatang.
Karena perak tidak memberikan yield, kenaikan imbal hasil obligasi cenderung membatasi daya tariknya bagi investor. Rekomendasi pasar menilai bahwa aksi jual bisa berlanjut jika dolar menguat lebih lanjut atau yields terus naik. Penurunan harga juga dipicu oleh kenyataan bahwa permintaan industri belum cukup kuat untuk menekan tekanan ini.
Secara teknikal, beberapa indikator menunjukkan risiko koreksi lebih lanjut meskipun ada beberapa level support yang dekat. Pedagang disarankan memperhatikan laporan ekonomi yang bisa merubah profil kebijakan moneter dan arah pasar. Strategi trading yang layak adalah mengoper trade jual dengan batasan risiko yang jelas dan rasio risiko-imbalan minimal 1:1.5.
Rencana trading menurut skema ini adalah open di sekitar 84.70, dengan target profit di 82.00 dan stop loss di 86.50. Level tersebut menjaga rasio reward-to-risk sekitar 1,5 kali lipat, sesuai pedoman risk management kami. Jika harga menembus level target, evaluasi ulang rencana dan pertimbangkan penyesuaian posisi sesuai dinamika pasar, menurut Cetro Trading Insight.