Daniel Ghali, Senior Commodity Strategist TD Securities, menilai permintaan emas sangat lemah sejak perang dimulai. Ia menyoroti aliran OTC cenderung sepi setelah sesi pembukaan, dan volume perdagangan menunjukkan pola yang mirip dengan liburan musim panas belakangan ini. Temuan ini menandai perlambatan serius dalam dinamika permintaan fisik emas.
Selain itu, partisipasi leverage, ETF, posisi di pasar SHFE, dan pembelian ritel juga melunak. Pasar tampak menahan diri di tengah kekhawatiran terhadap debasemen, berkurangnya pembelian dari negara-negara Timur Tengah, dan fakta bahwa kepemilikan institusional kini menjadi arus utama.
Penempatan posisi dan kekhawatiran debasemen membatasi gairah permintaan. Pertanyaan utama tentang aliran emas muncul ketika arus OTC terlihat tertahan pasca sesi pembukaan. Analisis berbasis volume menunjukkan permintaan emas berada pada level yang mirip dengan liburan musim panas, sementara leverage cenderung menurun karena deleveraging dari dana kuantitatif.
Rantai aliran dana juga menunjukkan dinamika yang melemah: kepemilikan ETF emas mulai menurun setelah lonjakan sebelumnya. Pedagang terbesar di SHFE emas juga melikuidasi sebagian panjangnya, sementara pembelian ritel telah menurun sejak puncak Januari, menunjukkan perubahan perilaku investor.
Faktor lain yang menekan permintaan adalah kekhawatiran terhadap trade debasement yang membuat pasar menilai pemotongan suku bunga bank sentral tidak terlalu relevan, di samping itu pembelian di Timur Tengah juga berkurang. Posisi emas kini bergeser ke arah kepemilikan institusional yang lebih luas, menggeser permintaan dari ritel ke lembaga besar.
Analisis 13F filings menyoroti pergeseran besar ini: emas sekarang dimiliki oleh institusi besar secara luas, menjadikan logam mulia sebagai bagian inti portofolio institusional. Sementara itu, investor ritel yang sebelumnya agresif telah melambat, mengubah dinamika arus masuk logam mulia secara signifikan.
Implikasi pasar menunjukkan bahwa arus masuk yang lemah membuat harga emas lebih dipengaruhi oleh kebijakan moneter dan risiko geopolitik ketimbang aliran fisik. Namun, kepemilikan institusional yang luas dapat membantu menahan penurunan tajam meski volatilitas tetap rendah.
Untuk jangka pendek, fokus pasar adalah kebijakan moneter dan dinamika kepemilikan institusional. Jika arus masuk ETF dan minat ritel belum pulih, tekanan harga bisa berlanjut, meskipun kekuatan kepemilikan institusional menahan risiko geser ke bawah. Investor disarankan memantau perubahan posisi 13F dan SHFE secara berkala.
Cetro Trading Insight menyajikan gambaran terukur tentang aliran, kepemilikan, dan posisi pasar dalam konteks geopolitik dan kebijakan fiskal saat ini. Artikel ini disusun dengan bantuan alat AI dan telah direview editor untuk akurasi konten.