Persada Tbk Catat Laba Bersih Rp2,5 Miliar Didongkrak Ekspansi Layanan Kurir dan Kolaborasi Proyek Starlite & IRA 5G

Persada Tbk Catat Laba Bersih Rp2,5 Miliar Didongkrak Ekspansi Layanan Kurir dan Kolaborasi Proyek Starlite & IRA 5G

trading sekarang

Dalam lanskap persaingan jasa outsourcing, Persada Tbk menunjukkan pemulihan kinerja yang impresif dan menegaskan ketahanannya di pasar. Persada mencatat laba bersih Rp2,5 miliar, membalik posisi rugi Rp16,5 miliar pada periode sebelumnya. Pendapatan usaha Persada naik 28 persen menjadi Rp1,16 triliun karena ekspansi layanan dan peningkatan aktivitas operasional.

Pertumbuhan pendapatan terutama didorong oleh ekspansi layanan kurir, peningkatan volume transaksi dari klien existing, serta kontribusi proyek kolaborasi untuk penjualan produk Starlite dan IRA 5G FWA. Lini jasa personel support dan office supports juga meningkat, memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap top line. Para pemangku kepentingan melihat sinergi antara layanan kurir dengan kebutuhan logistik e-commerce yang semakin besar.

Laba kotor Persada mencapai Rp43,1 miliar, tumbuh 37 persen secara tahunan. Meskipun beban pokok pendapatan naik, margin kotor tetap terjaga karena Persada menerapkan kontrak klien dengan struktur management fee yang memberikan margin optimal serta efisiensi biaya yang terukur. Direktur Utama Cahyanul Uswah menegaskan bahwa fokus pada solusi layanan outsourcing berkualitas dan menjaga profitabilitas menjadi fondasi bagi pertumbuhan perseroan di masa depan.

Seiring dengan lonjakan permintaan di sektor e-commerce, Persada menyiapkan strategi khusus untuk meningkatkan kualitas layanan kurir dan tenaga sorter. Upaya ini mencakup peningkatan pemenuhan tenaga kerja masif bagi klien strategis serta akselerasi ekspansi ke wilayah baru yang memiliki potensi tinggi. Strategi ini dirancang untuk menjaga kualitas layanan sambil menekan biaya operasional.

Persada juga akan mengoptimalkan kolaborasi dengan PT Integrasi Jaringan Ekosistem dan PT Telemedia Komunikasi Pratama, bagian dari Surge Group, untuk mendukung penyediaan tenaga kerja teknisi instalasi, tenaga penjualan, distribusi, dan layanan pelanggan seperti call center. Langkah sinergi ini diharapkan mempercepat implementasi proyek kurir dan infrastruktur pendukung bagi klien.

Di bawah naungan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk INET, Persada juga memperkuat kolaborasi dengan induk usaha untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di seluruh grup. Kerjasama lintas perusahaan ini diharapkan meningkatkan efisiensi penempatan tenaga kerja dan memperbesar daya saing Persada. Upaya ini menempatkan Persada sebagai tulang punggung operasional bagi beberapa unit usaha INET.

Dari sisi aset dan kewajiban, Persada menunjukkan dinamika keuangan positif. Aset perseroan tercatat sebesar Rp265,9 miliar, tumbuh 9,8 persen dibanding akhir 2024. Sementara itu, total liabilitas naik 17 persen menjadi Rp164,1 miliar akibat peningkatan utang jangka pendek dan utang pihak berelasi yang bersifat jangka panjang.

Kenaikan beban pokok pendapatan memang menjadi tantangan, namun perseroan berhasil menjaga margin melalui seleksi kontrak klien dengan skema fee yang memberikan margin optimal serta efisiensi biaya operasional. Manajemen juga fokus pada peningkatan operational excellence untuk menjaga profitabilitas.

Direktur Utama menilai 2025 sebagai fondasi kokoh bagi pertumbuhan jangka panjang perseroan, dengan dukungan dari induk usaha INET dan kolaborasi lintas kelompok. Dia menekankan komitmen Persada untuk menyediakan layanan outsourcing berkualitas tinggi sambil menjaga profitabilitas bagi seluruh pemangku kepentingan. Analisis dari Cetro Trading Insight mendukung pandangan bahwa peluang pertumbuhan akan bertumpu pada ekspansi layanan kurir serta program kolaborasi teknologi dan infrastruktur.

broker terbaik indonesia