Segmen ini mengulas bahwa Petrosea melalui konsorsium dengan PT Enviromate Technology International dan PT Nindya Karya (Persero) sukses meraih kontrak Onshore LNG Perimeter Construction Works untuk INPEX Masela Ltd. Nilai kontrak diperkirakan mencapai Rp989 miliar dengan masa pelaksanaan 36 bulan. Penetapan kontrak ini disampaikan melalui keterbukaan informasi BEI pada Kamis, 26 Maret 2026.
Ruang lingkup pekerjaan meliputi pembangunan pagar perimeter dan jalan ekspansi publik, pembangunan jalan pengalihan, relokasi jaringan listrik eksisting, serta opsi fasilitas pendukung seperti pioneering jetty dan mini Intensive Vital Care Unit (IVCU). Konsorsium tersebut merupakan kolaborasi antara Petrosea, PT Enviromate Technology International, dan PT Nindya Karya (Persero), dengan Petrosea memiliki porsi partisipasi sebesar 36 persen. Proyek ini menunjang upaya peningkatan infrastruktur energi di wilayah Masela yang menjadi fokus investasi migas nasional.
Proyek berlokasi di Lapangan Abadi, Blok Masela, Kepulauan Tanimbar, Maluku dan menjadi bagian dari inisiatif strategis untuk memperkuat pasokan energi nasional. Lokasi yang berada di wilayah kepulauan ini menuntut koordinasi teknis dan logistik yang fleksibel, sambil membatasi risiko lingkungan. Pihak berwajib dan para pelaku industri memantau pelaksanaan kontrak ini sebagai indikator dinamika investasi di wilayah Maluku.
Secara finansial, kontrak ini menambah pilar bagi peluang pendapatan Petrosea (PTRO) melalui segmen konstruksi migas. Di samping itu, laporan keuangan 2025 menunjukan laba bersih USD28,80 juta, melonjak hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Hal ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan perusahaan sebesar USD886,45 juta pada 2025, naik sekitar 28,32 persen.
Di sisi neraca, total liabilitas tercatat USD1,28 miliar per 31 Desember 2025, meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Sisi aset juga membesar menjadi USD1,58 miliar, tumbuh sekitar 82,5 persen. Sementara skor kinerja likuiditas perseroan menjadi fokus analisis investor dalam menimbang risiko keuangan jangka pendek.
Secara keseluruhan, kontrak Masela berpotensi menambah backlog proyek Petrosea dan memperluas jangkauan bisnis di segmen migas. Namun demikian, proyek dengan skala besar di wilayah terpencil membawa risiko operasional dan biaya tambahan yang perlu dikelola. Investor perlu memantau perkembangan implementasi proyek serta dampaknya terhadap arus kas dan profil risiko PTRO.