Dalam langkah strategis yang menggugah perhatian pasar, Petrosea Tbk menilai alternatif untuk menata fokus bisnisnya melalui alih kepemilikan saham PT Kemilau Mulia Sakti. Cetro Trading Insight melihat langkah ini sebagai bagian dari upaya memperkuat inti usaha sambil menjaga efisiensi operasional secara berkelanjutan.
Pada 15 April 2026, perseroan dan PT Singaraja Putra Tbk telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat PPJB sehubungan rencana itu. Berdasarkan PPJB, Petrosea bermaksud menjual seluruh kepemilikan sahamnya di KMS sebanyak 507.380.875 saham, setara dengan 99,995% dari modal ditempatkan dan disetor dalam KMS kepada SINI.
Transaksi ini tentu masih menunggu penyelesaian persyaratan pendahuluan dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang relevan. Otoritas terkait seperti OJK dan BEI akan memantau pelaksanaan rencana ini sesuai ketentuan yang berlaku.
| Keterangan | Nilai |
|---|---|
| Saham KMS dialihkan | 507.380.875 (99,995%) |
| Pihak pembeli | SINI |
| Nilai transaksi indikatif | Rp1,73 triliun |
| Nilai terhadap aset perseroan | 110,27% |
Khusus pembiayaan, SINI berencana melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD), atau rights issue, dengan sejumlah 721.500.000 saham baru dengan nilai nominal Rp100 tiap saham.
Nilai maksimal dari rencana rights issue ini mencapai Rp72,15 miliar, yang akan dialokasikan untuk mendanai langkah pengambilalihan KMS. Proses ini nantinya juga mengacu pada Akta Pengambilalihan serta pemenuhan ketentuan perundang-undangan, termasuk aturan OJK dan BEI.
PPJB atas alih saham akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan Akta Pengambilalihan dan seluruh ketentuan yang berlaku, sehingga transaksi ini bisa berjalan sesuai koridor regulasi yang mengatur pasar modal Indonesia.
Langkah strategis ini dipandang sebagai upaya Petrosea untuk menjaga fokus pada kegiatan usaha inti, sambil meningkatkan efisiensi operasional dan alokasi sumber daya untuk pertumbuhan berkelanjutan. Pelaksanaan transaksi dapat berdampak pada struktur aset dan portfolio perusahaan secara keseluruhan.
Dengan adanya rencana rights issue, SINI kemungkinan akan mengalami perubahan komposisi pemegang saham dan potensi sinergi dalam strategi ekspansi. Namun, soliditas kepatuhan terhadap peraturan pasar modal tetap menjadi prioritas, mengingat persyaratan dari regulator.
Peran OJK dan BEI menjadi kunci dalam proses ini, khususnya terkait persetujuan, pelaporan, serta akta yang menjamin transaksi berlangsung sesuai ketentuan. Cetro Trading Insight terus memantau perkembangan untuk memberi analisis lanjutan kepada pembaca.