Menurut data yang dirilis Challenger, Gray & Christmas, perusahaan di Amerika Serikat melaporkan 48.307 pemutusan hubungan kerja pada Februari. Angka ini turun sekitar 55% dibandingkan Januari dan 72% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Secara kumulatif, dua bulan pertama tahun ini mencatat sekitar 156.742 PHK, menjadi salah satu level tertinggi untuk periode Januari–Februari sejak krisis keuangan 2009, meski masih lebih rendah dari puncak masa lalu.
Para eksekutif menilai penurunan ini bisa bersifat sementara karena ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang meningkat, terutama terkait konflik yang melibatkan Iran. Pengetatan belanja dan penghematan biaya tetap menjadi prioritas bagi banyak perusahaan, sehingga PHK bisa berlanjut jika kondisi memburuk di kuartal pertama. Faktor utama PHK mencakup penutupan toko, restrukturisasi, serta kondisi pasar dan ekonomi, dengan AI disebut sebagai faktor tambahan pada sebagian PHK Februari.
Di sisi permintaan tenaga kerja, niat perekrutan juga menunjukkan perlambatan. Perusahaan telah berencana menambah sekitar 18.061 pekerjaan sepanjang tahun ini, turun 56% dari tahun lalu. Pasar tenaga kerja tetap rapuh meski ada perbaikan relatif, sementara reaksi pasar relatif tenang, dengan indeks dolar DXY diperdagangkan di sekitar 98,90, naik tipis pada hari itu. Menurut Cetro Trading Insight, media kami, perbaikan ini perlu diiringi kehati-hatian karena dinamika geopolitik yang tidak menentu dapat mengubah arah di kuartal mendatang.