Harga platinum melonjak sejalan dengan emas dan perak, memperkecil jarak valuasi relatif terhadap emas. Rasio emas terhadap platinum saat ini berada sedikit di bawah 2, sebuah level yang terakhir terlihat pada Juni 2023, menurut analis komoditas Commerzbank, Carsten Fritsch. Pergerakan harga tersebut mencerminkan dinamika permintaan yang saling terkait di pasar logam mulia.
Permintaan industri menjadi pembatas utama potensi kenaikan lebih lanjut untuk platinum. Meskipun adanya lonjakan harga, prospek jangka menengah dipicu oleh faktor siklus ekonomi dan kebutuhan sektor industri yang menjadi penopang permintaan logam putih ini. Analisis menunjukkan bahwa volatilitas masih tinggi namun didorong oleh faktor fundamental daripada sentimen safe-haven.
Rasio emas/platinum yang lebih rendah menunjukkan platinum relatif kurang undervalued dibanding emas. Namun, para analis menekankan platinum tidak selalu berperan sebagai safe-haven seperti emas, sehingga pergerakannya lebih banyak dipengaruhi oleh ekspansi industri dan kondisi ekonomi global. Faktor-faktor seperti produksi industri dan kebijakan energi juga membentuk arah harga platinum.
Setelah lonjakan tajam, latihan harga platinum diperkirakan akan lebih terbatas meski masih menunjukkan sisi bullish. Beberapa proyeksi menyatakan platinum seharusnya diperdagangkan sekitar 2600 dolar per troy ons pada pertengahan tahun, dan mencapai 2700 dolar di penghujung tahun. Proyeksi ini menandakan harapan terhadap pemulihan permintaan industri, meski tingkat kenaikan tidak terlalu besar.
Pada saat yang sama, Palladium juga memiliki ekspektasi serupa, dengan harga diperkirakan menembus level sekitar 2000 dolar per troy ons pada pertengahan tahun dan 2100 dolar pada akhir 2026. Perkiraan tersebut dipengaruhi oleh dinamika permintaan otomotif, yang merupakan faktor kunci bagi palladium, dan sinyal bahwa tahun ini potensi kekurangan pasokan bisa lebih terbatas. Kondisi pasar otomotif global dan kebijakan emission standards juga akan mempengaruhi laju pergerakan harga palladium.
Sejumlah pihak memperkirakan pasar Platinum tidak akan mengalami kekurangan pasokan dalam tahun ini, menurut prakiraan Dewan Investasi Platinum Dunia. Meski demikian, hambatan permintaan industri dan dinamika pasokan global tetap menjadi faktor penentu arah harga, sehingga kenaikan berkelanjutan kemungkinan tidak terlalu agresif. Faktor-faktor tersebut membuat skenario dasar tetap tidak terlalu optimis meski ada upside.
Dalam konteks risiko, platinum tidak memiliki status aman sebagai tempat penyimpanan nilai seperti emas. Pergerakannya sangat terkait siklus ekonomi dan permintaan industri, sehingga investor perlu memperhatikan potensi perubahan prospek sektor manufaktur dan energi. Kebijakan fiskal dan suku bunga juga dapat mengubah dinamika permintaan logam ini.
Sementara emas sering berfungsi sebagai pelindung nilai, platinum lebih sensitif terhadap kesehatan sektor industri. Permintaan dari sektor otomotif dan teknologi industri dapat menjadi pendorong utama atau pembatas kenaikan harga, tergantung dinamika produksi global. Analisis volatilitas pasar juga menyoroti risiko perubahan jadwal peluncuran produk baru.
Rasio risiko-imbalance dan pandangan jangka menengah menunjukkan bahwa meskipun target harga menarik, potensi kenaikan berada pada kisaran terbatas dengan risiko volatilitas yang masih signifikan. Investor disarankan menilai faktor likuiditas, biaya penyimpanan, dan alternatif hedging sebelum mengambil posisi di XPTUSD. Pemeriksaan data fundamental dan sentimen pasar diperlukan sebelum alokasi modal.