
Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight, bagian analisa pasar ekonomi. S&P Global flash PMIs untuk Juni diperkirakan tetap menunjukkan ekspansi di sebagian besar ekonomi utama. Layanan PMI diperkirakan naik menjadi 51,0, sedangkan output manufaktur diperkirakan 54,7, sedikit turun dari 55,1 bulan sebelumnya. Composite PMI diperkirakan 51,5, menandai pertumbuhan gabungan yang moderat di bulan Juni. Pembacaan di atas 50 menandakan ekspansi.
Secara umum, pembacaan di atas 50 menunjukkan ekspansi, sementara di bawah 50 menandakan kontraksi. Versi flash cenderung memberi dampak lebih luas terhadap dolar AS karena investor menilai arah kebijakan pelaku pasar yang kemungkinan berubah berdasarkan data inflasi dan pekerjaan. Nada pasar akan lebih menimbang data tersebut saat pedagang menyiapkan posisi menjelang rilis resmi.
Dalam konteks USD, EURUSD berada di sekitar level rendah 2026 di 1.1411 dengan bias bearish yang kuat. Analisis teknikal menunjukkan pergeseran indikator ke arah bawah setelah mengalami beberapa peluang rebound, sementara 20-day SMA berada di sekitar 1.1560 sebagai batas penawaran utama. Grafik harian mengindikasikan tekanan jual yang berlanjut jika harga melorot lebih jauh.
Fed Warsh mengubah pendekatan komunikasi kebijakan. Keputusan pertemuan terakhir menekankan transisi dari panduan kebijakan menuju fokus pada data nyata. Dot plot SEP menunjukkan kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini, berbeda dengan proyeksi sebelumnya yang lebih condong pada penurunan. Perubahan ini meningkatkan fokus pasar pada data ekonomi aktual sebagai penentu langkah kebijakan.
Rincian kebijakan Warsh membuat forward guidance berkurang signifikansi, dan pasar kini menimbang data ekonomi secara langsung. Meskipun demikian, ada spekulasi bahwa FOMC tetap bisa menaikkan suku bunga jika inflasi tetap tinggi. Ketidakpastian ini menjaga volatilitas dolar dan menambah tekanan pada pasangan mata uang utama.
Di tengah dinamika tersebut, dolar cenderung bertahan lebih kuat karena pandangan sebagian anggota FOMC yang cenderung hawkish. Pasar juga memantau data inflasi dan pekerjaan yang dirilis setiap minggu untuk mengantisipasi langkah berikutnya. Sementara itu, pergerakan EURUSD tetap sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga dan arahan data inflasi mingguan yang masuk.
Dari sisi teknikal, EURUSD diperdagangkan mendekati rendah 2026 di 1.1411 dengan momentum bearish yang kuat. Upaya rebound terbatas muncul, tetapi indikator harian telah bergerak ke arah bawah. Penurunan ini juga didukung oleh posisi 20-day SMA yang berada di sekitar 1.1560 sebagai penentu arah tren jangka pendek.
Level kunci yang perlu diperhatikan adalah support di sekitar 1.1360 hingga 1.1300 dan resistance di sekitar 1.1470 hingga 1.1550. Jika harga menembus di bawah 1.1360, potensi turun menuju 1.1330–1.1310 bisa terealisasi. Sebaliknya, pembalikan di atas 1.1470 bisa membuka ruang teknikal untuk koreksi singkat.
Rencana perdagangan menimbang bias turun, dengan target profit sekitar 1.1330–1.1310 dan stop di 1.1490. Rasio risiko/imbalan ditargetkan minimal 1:1.5, sehingga peluang berisiko lebih besar untuk rebound yang lebih luas jika data PMI Juni menunjukkan ekspansi kuat atau perubahan kebijakan yang mendukung dolar melemah.