Penutupan pemerintah AS akhirnya berakhir setelah Presiden menandatangani undang-undang yang memulihkan fungsi pemerintahan. Meski berita ini penting secara fiskal, reaksi pasar relatif tenang karena investor sudah terbiasa menghadapi risiko serupa. Akibatnya, likuiditas di beberapa instrumen cenderung tetap stabil dalam jangka pendek.
Di sisi lain, Demokrat menentang konfirmasi Warsh sebagai ketua Fed sampai penyelesaian upaya hukum terkait kebijakan moneter selesai. Ketidakpastian politik menambah keraguan tentang arah kebijakan bank sentral, meski fokus investor tetap pada data ekonomi. Banyak analis menilai bahwa dampak jangka pendek terhadap kebijakan FOMC lebih rendah dari yang dibayangkan.
Para analis menilai bahwa peluang Powell tetap memimpin FOMC setelah Mei meningkat karena kestabilan kepemimpinan yang terjaga. Hal ini dapat memberikan sinyal kepastian bagi pasar obligasi dan ritel mengenai jalur suku bunga mendatang. Kepala Ekonom UBS Paul Donovan berpendapat bahwa pergeseran kekuasaan akan mengurangi kejutan kebijakan pada beberapa pertemuan FOMC berikutnya. Pasar juga dipengaruhi oleh keluarnya informasi yang masuk akal mengenai masa depan kebijakan.
Posisi Powell sebagai pemimpin FOMC membuat arahan kebijakan moneter menjadi lebih jelas meski Warsh tetap berada di peta nominasi. Analisis pasar menunjukkan bahwa jalur suku bunga akan mengikuti inti data inflasi dan pertumbuhan, bukan rumor politik semata. Investor menilai bahwa kestabilan kepemimpinan membantu merumuskan ekspektasi jangka menengah.
Paul Donovan, kepala ekonom UBS, menilai bahwa stabilitas kepemimpinan Powell bisa meningkatkan prediktabilitas jalur kebijakan dan mengurangi volatilitas menjelang pertemuan FOMC. Hal itu mendukung strategi investasi yang berfokus pada imbal hasil relatif dan risiko kredit. Meski begitu, dinamika politik tetap menjadi faktor risiko yang perlu diwaspadai.
Secara umum, narasi politik dipandang sebagai pendamping data ekonomi. Investor mempertimbangkan bagaimana inflasi, pengeluaran konsumen, dan pertumbuhan global bisa mempengaruhi keputusan suku bunga. Dengan demikian, pasar lebih fokus pada data nyata daripada spekulasi belaka.
Resolusi penutupan pemerintah mengurangi tekanan langsung pada perdagangan global, meski volatilitas jangka pendek bisa tetap rendah. Investor pun cenderung menilai bahwa kebijakan fiskal saat ini memberi ruang bagi fokus pada data ekonomi. Kondisi ini juga mengarah pada penilaian yang lebih tenang terhadap saham dan obligasi secara umum.
Di sisi lain, narasi politik yang lebih stabil membantu pasar menilai risiko secara lebih terstruktur. Investor dapat lebih mudah mengkalibrasi ekspektasi terhadap suku bunga, mata uang, dan likuiditas pasar keuangan. Ketidakpastian kebijakan yang berkurang juga bisa meningkatkan aktivitas perdagangan jangka menengah.
Menurut Cetro Trading Insight, strategi investasi yang bijak adalah tetap terdiversifikasi, menilai data ekonomi terbaru secara periodik, dan siap menyesua posisi jika sinyal kebijakan berubah. Ruang analisis ini menekankan pentingnya menjaga pendapatan tetap dan defensif sebagai bagian dari portofolio. Dengan fokus pada data nyata, investor dapat mengelola risiko secara lebih efektif.