Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight. Laporan terbaru dari Commerzbank menilai yuan berpotensi menguat terhadap dolar AS dalam jangka menengah. Kebijakan mata uang China dinilai dikelola secara hati-hati, didorong oleh fundamental berupa neraca perdagangan yang kuat. Proyeksi mereka menunjukkan USD/CNY berada di sekitar 6.90 pada Juni 2026 dan turun lebih lanjut menjadi sekitar 6.70 pada akhir 2027.
Ekspor China tetap kuat didorong permintaan global yang beragam. Surplus akun berjalan yang besar memberi dukungan kuat bagi yuan, karena masuknya pendanaan luar negeri menjaga likuiditas tinggi. Arus perbankan yang diarahkan negara juga berperan penting dalam menjaga dinamika nilai tukar tetap terkendal.
Dalam konteks gejolak global, yuan cenderung menunjukkan stabilitas terhadap USD ketika menghadapi gangguan besar. Kebijakan yang berfokus pada pergerakan bertahap memperkuat kepercayaan pasar terhadap kelanjutan tren tersebut. Secara keseluruhan, proyeksi menunjukkan yuan berada dalam lintasan penguatan bertahap meskipun masih dinilai undervalued terhadap sebagian besar mitra dagang.
Sejak April tahun lalu, yuan mengalami penguatan terhadap USD secara relatif konsisten, meskipun beberapa gangguan geopolitik sempat menimbulkan volatilitas singkat. Ketika Perang Teluk tercerai-berai, arah pergerakannya beralih menjadi sideways selama beberapa periode. Pemerintah China tetap menjaga stabilitas sambil membiarkan yuan menguat secara bertahap untuk mendukung dinamika perdagangan.
Faktor utama yang mendorong pergerakan yuan meliputi ekspor China yang kuat, surplus akun berjalan yang besar, serta aliran dana perbankan yang diarahkan negara. Kondisi tersebut memperkuat narasi bahwa yuan siap berpartisipasi lebih aktif dalam sistem pembayaran internasional. Pelaku pasar juga mencermati bahwa kebijakan ini bertujuan mengurangi volatilitas sekaligus menyiapkan panggung bagi internasionalisasi yuan.
Perkembangan tersebut berarti yuan relatif terhadap euro bisa mengikuti jalur yang berbeda jika dolar melemah maupun menguat secara global. Secara umum, apresiasi yuan terhadap USD bisa beriringan dengan depresiasi terhadap sebagian besar mata uang lain, terutama euro. Investor perlu memantau perubahan kebijakan dan data neraca China untuk menilai risiko silang mata uang dalam portofolio mereka.
Penguatan yuan secara bertahap merupakan bagian dari upaya jangka panjang China untuk meningkatkan peran yuan di pasar internasional. Langkah ini diharapkan dapat menarik minat investor untuk menimbang aset berbasis yuan dan memperkecil volatilitas relatif terhadap dolar. Dari sisi ekonomi global, dinamika ini dapat mempengaruhi biaya impor-ekspor dan daya saing produk China di pasar internasional.
Namun jika yuan menguat terhadap USD, yuan cenderung melemah terhadap mata uang lain seperti euro, sehingga pola cross-rate perlu dipertimbangkan secara hati-hati. Hal ini bisa mempengaruhi persepsi nilai tukar bagi produk China di berbagai pasar. Investor perlu menyertakan risiko mata uang dalam analisis portofolio ketika melihat eksposur yuan.
Secara umum, pergerakan yuan memengaruhi kinerja ekspor China dan aliran investasi asing. Kebijakan aliran dana serta upaya internasionalisasi yuan menambah dinamika risiko pasar global yang perlu diawasi secara berkala. Pembaca disarankan mengikuti pembaruan data neraca China dan komentar otoritas terkait untuk memahami peluang investasi yang muncul.