Dalam langkah eksplosif yang mencerminkan strategi ekspansi agresif, PT Pakuan Tbk (UANG) mengumumkan akuisisi dua entitas properti dengan nilai total Rp201 miliar. Transaksi ini menandai pergeseran fokus perseroan pada aset lahan strategis dan sinergi operasional yang lebih kuat. Analisis awal dari Cetro Trading Insight melihat langkah ini sebagai fondasi pertumbuhan jangka menengah yang menjanjikan.
DMP dan VDD dibeli secara bertahap; UANG mengambil 63,03 persen saham DMP senilai Rp156 miliar dan 99,99 persen saham VDD senilai Rp45 miliar. Transaksi dilakukan atas akuisisi dari PT Sirius Surya Sentosa, pemegang kendali perseroan per September 2025. Langkah ini menegaskan pola akuisisi yang saling terkait antara kedua entitas.
Keterkaitan bisnis antara DMP dan VDD menjadi faktor utama akuisisi secara bersamaan. Manajemen menilai bahwa integrasi dua perusahaan akan mempercepat realisasi potensi aset serta memperkuat portofolio properti perseroan.
DMP diketahui memiliki landbank seluas sekitar 2,3 hektare yang terletak di Jakarta Barat. Lokasi strategis ini dinilai memiliki prospek pengembangan yang menarik di tengah meningkatnya kebutuhan hunian dan ruang komersial di kawasan tersebut. Potensi nilai aset ini menjadi pijakan penting bagi strategi nilai jangka panjang perseroan.
Sementara itu, VDD merupakan pengembang proyek perumahan di Telaga Golf Sawangan Depok, wilayah penyangga Jakarta yang berkembang pesat. Keberadaan proyek Shila at Sawangan milik perseroan menambah peluang sinergi operasional dan akses terhadap pasar residensial sekitar Jakarta.
Dengan akuisisi ini, UANG resmi menguasai seluruh aset, kegiatan usaha, dan proyek pengembangan yang dijalankan kedua entitas.
Langkah akuisisi menegaskan arah strategi UANG untuk memperluas landbank dan memperdalam pipeline proyek di kawasan penting Jabodetabek. Pengendalian atas DMP dan VDD menciptakan fondasi bagi pengelolaan aset yang lebih terpadu dan terukur.
Integrasi proyek yang berjalan dapat meningkatkan efisiensi manajemen aset serta memperkuat kemampuan perseroan dalam mengelola portofolio properti secara terintegrasi dengan aset yang telah ada. Efisiensi operasional dan skala proyek diharapkan mendorong arus pendapatan dari portofolio gabungan.
Dampaknya terhadap kinerja ke depan dinilai positif jika sinergi antara DMP dan VDD terealisasi dengan baik, meski tetap menghadapi tantangan regulasi, kebutuhan modal, dan dinamika pasar properti Indonesia.