RBA memutuskan menaikkan suku bunga kebijakan sebesar 25 basis poin menjadi 4,10 persen, tertinggi di antara bank sentral G10. Keputusan ini mencerminkan arah kebijakan yang lebih hawkish meskipun hasil voting 5-4 menunjukkan adanya perbedaan pendapat di antara pembuat kebijakan. AUDUSD sempat menguat terhadap USD pada awal respons pasar sebelum akhirnya menipis gain tersebut.
Keputusan ini didorong oleh penilaian bahwa inflasi berisiko tetap berada di atas target lebih lama dari yang diperkirakan. Informasi sejak Februari menunjukkan tekanan kapasitas di bagian akhir 2025 akibat momentum permintaan yang kuat. Akibatnya, pasar menganggap risiko kenaikan lebih lanjut tetap relevan pada kebijakan RBA ke depan.
Meski vote cukup dekat, para peserta pasar tetap memposisikan potensi kenaikan lebih lanjut untuk pertemuan berikutnya pada bulan Mei. Gubernur Bullock menegaskan bahwa keputusan hari ini tidak menyinggung jalur kebijakan kedepannya secara pasti. Secara keseluruhan, pasar tetap menganggap bias hawkish tetap ada, dengan ekspektasi dua kenaikan lagi tahun ini terlihat menonjol.
Inflasi Australia diperkirakan tetap di atas target untuk beberapa waktu ke depan, dengan risiko yang condong ke sisi atas. Kondisi ini mempertahankan argumen bagi kebijakan yang lebih ketat meskipun pertumbuhan ekonomi tetap menjadi fokus pasar. Ekspektasi inflasi yang lebih tinggi juga menambah bobot pada sikap kehati-hatian kebijakan.
RBA menegaskan bahwa inflasi kemungkinan tetap di atas target dan tekanan kapasitas bisa mendorong kenaikan lebih lanjut jika diperlukan. Dalam konferensi pers, Gubernur Bullock menekankan bahwa arah kebijakan tidak bisa disebutkan sebagai front-loading, melainkan bahwa risiko ke atas tetap membuka pintu kenaikan tambahan.
Pasar memperkirakan dua kenaikan lagi pada sisa tahun ini, mencerminkan ekspektasi inflasi tetap rata-rata di atas target dan permintaan yang tetap kuat. Yield Australia yang lebih tinggi tetap menjadi sumber daya utama yang mendukung AUD terhadap USD meskipun volatilitas tetap ada.
Pergerakan imbal hasil yang lebih tinggi di Australia dan harga komoditas yang lebih tinggi memberikan dorongan positif bagi AUD terhadap USD. Meski demikian, respons pasar pada hari itu menunjukkan bahwa gain awal bisa menjadi cepat berlalu. Faktor fundamental tetap menjadi pendorong utama dalam pergerakan pasangan mata uang ini.
Kebijakan hawkish RBA dan dinamika global menempatkan AUD pada posisi yang sensitif terhadap data inflasi, permintaan global, dan risiko pertumbuhan. Investor tetap berhati-hati karena kejutan pasar atau perubahan kondisi ekonomi bisa mengubah arah pergerakan mata uang. Arah jangka pendek akan sangat bergantung pada data inflasi berikutnya dan komentar pelaku kebijakan.
Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight, bagian dari Cetro. Analisis ini bertujuan memberi gambaran konteks pasar dan pandangan fundamenta; pembaca disarankan mengevaluasi risiko sendiri sebelum mengambil posisi. Saat ini tidak ada sinyal trading resmi; manajemen risiko tetap menjadi prioritas bagi pelaku pasar.