Analisis dari Societe Generale menunjukkan INR melonjak lebih dari 1% setelah intervensi RBI, membawa kurs sekitar 93.53 per USD. Meskipun ada pemulihan, rupee tetap melemah sekitar 4% bulan ini karena arus keluar investor asing dari saham dan obligasi. Dalam konteks ini, pergerakan kurs lebih banyak dipicu oleh sentimen arus modal internasional ketimbang faktor domestik semata.
Bank sentral menegaskan batas posisi net rupee yang terbuka di pasar FX menjadi 100 juta dolar per akhir hari perdagangan, efektif mulai 10 April. Aturan ini menggantikan batas sebelumnya yang setara dengan 25% modal perusahaan. Kebijakan tersebut mencoba menenangkan volatilitas jangka pendek meskipun belum mengubah narasi tekanan struktural dari perdagangan dan fiskal nasional.
Yield 10 tahun IGB berada di ambang 7,0% untuk pertama kalinya sejak Juli 2024, menambah beban biaya pinjaman dan arus modal. Laporan ini ditulis oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami dinamika saat ini, sambil menyoroti bahwa risiko utama tetap terkait faktor fundamental terkait perdagangan dan fiskal.
Walau ada reli singkat setelah intervensi, headwind fundamental tetap membebani rupee. Arus FPIs keluar dari saham mencapai sekitar 12,1 miliar dolar, diikuti pengaliran keluar dari obligasi sebesar 1,6 miliar dolar bulan ini. Kondisi ini menunjukkan ketidakpastian global yang tinggi dan profil risiko yang signifikan bagi investor di aset berisiko.
Investor perlu memantau arus FPIs, dinamika neraca perdagangan, dan perubahan posisi fiskal India karena faktor-faktor tersebut bisa menggerakkan USDINR. Selain itu, kebijakan RBI dan data ekonomi berikutnya menjadi kunci untuk menilai arah jangka menengah. Cetro Trading Insight merekomendasikan kehati-hatian dan pemantauan data secara berkala.
Untuk trader USDINR, skenario utama adalah potensi penguatan USDINR jika tekanan rupee berlanjut; sebaliknya, jika aliran FPIs membaik atau data perdagangan membaik, rupee bisa menstabil. Secara praktis, pedagang disarankan mengikuti rilis data makro dan pernyataan kebijakan RBI serta mempertimbangkan level risiko yang sesuai. Sejumlah peluang bisa muncul pada pergerakan jangka pendek, asalkan risiko diukur dan dikontrol.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Rally INR setelah intervensi | > 1% hingga 93.53 per USD |
| Batas posisi net rupee | $100 juta per hari |
| Arus FPIs bulan ini (saham) | -$12.1 miliar |
| Arus FPIs bulan ini (obligasi) | -$1.6 miliar |
| Yield 10-tahun IGB | mendekati 7.0% |