WOM Finance Bagikan Dividen Tunai Rp12,28 per Saham dari Laba Bersih 2025 | Analisis Fundamental Cetro

WOM Finance Bagikan Dividen Tunai Rp12,28 per Saham dari Laba Bersih 2025 | Analisis Fundamental Cetro

trading sekarang

WOM Finance Bagikan Dividen Tunai Rp12,28 per Saham dari Laba Bersih 2025

Di tengah badai persaingan dan dinamika pasar pembiayaan, WOM Finance mencatatkan lonjakan kinerja yang impresif untuk tahun buku 2025. Laba bersih perusahaan mencapai Rp143 miliar, sebuah capaian yang menegaskan kekuatan model bisnis di tengah volatilitas suku bunga. Analisis dari Cetro Trading Insight menyoroti momentum positif ini sebagai fondasi bagi arah kebijakan dividen dan ekspansi pembiayaan ke depan.

Pembiayaan baru yang disalurkan hingga Desember 2025 mencapai Rp5,94 triliun, tumbuh 9,35 persen dibanding periode tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini turut mendorong kenaikan total aset menjadi Rp7,37 triliun dengan laju 6,08 persen. Meskipun ekspansif, perusahaan menjaga kualitas kredit dengan rasio Non-Performing Financing NPF gross sebesar 2,17 persen.

Pencapaian 2025 dipandang sebagai bukti pengelolaan risiko yang prudent dan kepatuhan terhadap prinsip kehati-hatian. Djaja Suryanto Sutandar, Presiden Direktur, menegaskan komitmen perusahaan untuk membagikan dividendya secara berkelanjutan. Menurut Cetro Trading Insight, kombinasi laba yang kuat dan tata kelola yang terjaga meningkatkan keyakinan investor terhadap WOM Finance.

Dividen tunai sebesar Rp46 miliar telah ditetapkan, setara Rp12,28 per saham, dari laba bersih 2025. Pemegang saham yang berhak akan tercatat dalam Daftar Pemegang Saham DPS pada 10 April 2026. Keputusan pembagian dividen ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 Maret 2026.

Dividen akan dibayarkan pada 4 Mei 2026, memberikan kepastian arus kas bagi investor. Kebijakan dividen yang stabil ini sejalan dengan upaya perseroan menjaga aliran dana untuk mendukung aktivitas operasional dan rencana ekspansi. Cetro Trading Insight mencatat bahwa kebijakan ini dapat menjadi magnet bagi investor yang mengincar pembagian laba.

RUPST juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah. Susunan baru mencerminkan penyelarasan tata kelola dengan dinamika bisnis dan agenda pembiayaan yang berkembang. Perubahan ini memperkuat kerangka kepatuhan dan pengawasan internal di lingkungan WOM Finance. Pengawasan internal pun diperkuat melalui mekanisme Dewan Pengawas Syariah.

Strategi Likuiditas dan Kepengurusan

Sejalan dengan strategi ekspansi, pembiayaan baru WOM Finance mencapai Rp5,94 triliun pada Desember 2025, naik 9,35 persen year over year. Hal ini mendorong total aset menjadi Rp7,37 triliun, tumbuh 6,08 persen, menandakan kemampuan perusahaan memanfaatkan peluang pembiayaan sambil menjaga kualitas portofolio. Dinamika ini menunjukkan keseimbangan antara pertumbuhan kredit dan manajemen risiko.

Untuk memperkuat struktur modal, perseroan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2025 senilai Rp1,5 triliun dan memperoleh fasilitas kredit perbankan tambahan sebesar Rp1,65 triliun. Langkah pendanaan ini memperkaya opsi likuiditas dan mendukung ekspansi pembiayaan dengan profil risiko terkendali. Manajemen menekankan penggunaan dana secara hati-hati dan terukur agar tidak meningkatkan leverage secara berlebih.

RUPST dan RUPSLB juga menetapkan susunan pengurus baru, termasuk Presiden Komisaris, beberapa Komisaris independen, serta Direksi dan Dewan Pengawas Syariah. Keputusan tersebut menandai komitmen perusahaan terhadap tata kelola yang efektif dan kepatuhan syariah. Pengawasan internal pun diperkuat melalui mekanisme Dewan Pengawas Syariah untuk menjaga integritas operasional.

broker terbaik indonesia