Regulasi 8% Komisi Ojol Ancam Rantai Margin GoTo; Dampak Langsung ke Saham GOTO dan Prospek Ride-Hailing

Regulasi 8% Komisi Ojol Ancam Rantai Margin GoTo; Dampak Langsung ke Saham GOTO dan Prospek Ride-Hailing

Signal G/OTOSELL
Open50.000
TP35.000
SL60.000
trading sekarang

Regulasi Perpres Nomor 27 Tahun 2026 menandai babak baru bagi industri ride-hailing di Indonesia. Regulasi ini menetapkan batas potongan komisi maksimal 8 persen dan mewajibkan perusahaan aplikasi untuk meningkatkan pendapatan pengemudi menjadi minimal 92 persen. Kebijakan ini bertujuan memperbaiki kesejahteraan mitra driver sambil menjaga kepastian pendapatan pelaku usaha digital.

Saat ini, pasar merespons langsung kebijakan tersebut. Saham GoTo turun tajam 7,41 persen menjadi Rp50 per unit pada 09.47 WIB dengan nilai transaksi sekitar Rp870,33 miliar. Informasi tersebut dirilis oleh Bursa Efek Indonesia BEI sebagai bagian dari reaksi pasar terhadap rencana pembatasan take rate platform ride-hailing.

Selain itu, pemerintah juga menuntut perlindungan bagi mitra pengemudi melalui asuransi kecelakaan dan jaminan kesehatan. Aturan ini akan berlaku bagi semua pelaku industri ride-hailing, termasuk GoTo dan Grab, yang selama ini mendominasi pasar Indonesia. Detail implementasinya masih disusun sehingga pelaku industri perlu menyiapkan penyesuaian operasional dan biaya kepatuhan.

GoTo Gojek Tokopedia Tbk mencatat laba bersih sebesar Rp171 miliar pada kuartal I-2026, membalik garis rugi bersih periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan yang mencapai Rp5,3 triliun, naik 26 persen secara tahunan. Jumlah Pengguna Bertransaksi Tahunan ATU juga melonjak 22 persen menjadi 69 juta.

Dari sisi operasional, kinerja grup menunjukkan perbaikan signifikan pada GTV inti sebesar 65 persen menjadi Rp138 triliun, meskipun GTV total mencapai Rp236 triliun. EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp907 miliar, meningkat 131 persen secara tahunan, mendekati target EBITDA tahunan sekitar Rp3,2–3,4 triliun. Pada sisi arus kas, arus kas bebas disesuaikan positif sebesar Rp1,3 triliun, menandakan disiplin biaya dan aliran kas yang lebih kuat.

GoTo juga meluncurkan strategi integrasi kecerdasan buatan untuk meningkatkan layanan pelanggan dan menekan biaya operasional. Inisiatif AI tersebut diposisikan untuk memperkuat konversi pengguna sekaligus menjaga kepuasan mitra driver dan pelanggan. Dalam konteks publikasi, GoTo menegaskan langkahnya untuk terus berinovasi sambil mematuhi regulasi terkait perlindungan tenaga kerja online.

Analisis risiko menunjukkan bahwa sinyal perdagangan untuk saham GoTo saat ini cenderung negatif akibat kepastian regulasi yang menekan margin jangka pendek. Respons pasar yang langsung terlihat dari penurunan harga mempertegas potensi tekanan pada valuasi saham emiten ride-hailing. Namun, peluang jangka panjang bisa muncul jika kebijakan tersebut secara bertahap meningkatkan kesejahteraan mitra driver dan mendukung permintaan layanan transportasi online.

Rekomendasinya adalah memosisikan posisi jual dengan open sekitar Rp50, tp sekitar Rp35 dan stop loss di Rp60 agar risiko terkendali. Rasio risiko-keuntungan yang diinginkan minimal 1 banding 1,5 terpenuhi jika pergerakan harga mengikuti skenario penurunan yang diharapkan. Monitor perkembangan implementasi Perpres 27 Tahun 2026 dan kinerja Q2 GoTo sebagai penentu arah berikutnya.

Investasi perlu dilakukan dengan tetap memperhatikan dinamika pasar Indonesia. Cetro Trading Insight merekomendasikan diversifikasi portofolio dan memantau paparan regulasi terhadap sektor ride-hailing, termasuk aksi korporasi GoTo maupun rekanan seperti Grab. Selalu konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum mengambil posisi baru dan gunakan ukuran posisi yang sesuai risiko.

banner footer