
Survei SPF ECB menunjukkan inflasi Eurozone diproyeksikan rata-rata 2,7% pada 2026, lalu melambat menjadi 2,1% pada 2027 dan 2,0% pada 2028. Angka-angka ini mencerminkan ekspektasi pelonggaran tekanan harga seiring normalisasi harga energi dan stabilisasi permintaan domestik. Laporan ini disajikan oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami arah kebijakan jangka menengah bank sentral kawasan.
GDP zona euro diperkirakan tumbuh 1,0% pada 2026, lebih rendah dibanding proyeksi sebelumnya di 1,2%. Penurunan tersebut menambah gambaran bahwa pemulihan ekonomi berjalan lebih lambat dari ekspektasi. Faktor eksternal seperti permintaan global dan volatilitas harga energi menjadi penentu utama arah pertumbuhan ke depan.
Dengan inflasi yang diprediksi menurun dan pertumbuhan melambat, pasar menantikan bagaimana ECB akan merespons dalam pertemuan kebijakan mendatang. Analisis SPF ini menyoroti ketahanan beberapa sektor meski prospek harga energi tetap menjadi risiko utama. Investor akan memantau pergeseran kurva imbal hasil dan perubahan ekspektasi suku bunga jangka menengah sebagai sinyal utama.
Pergerakan EURUSD menunjukkan tekanan bearish moderat pada sesi Eropa, dengan harga terakhir sekitar 1.1710. Tinjauan teknikal menunjukkan mood jual lebih dominan walau ritme pergerakan harian relatif terbatas. Para trader memerlukan konfirmasi dari level kunci untuk mengarahkan arah jangka pendek.
Narasi makro tentang inflasi yang lebih moderat dan pertumbuhan yang lebih lemah memberi landasan bagi ekspektasi bahwa euro bisa melemah jika data masa depan memperkuat narasi perlambatan. Di sisi lain, respons pasar terhadap kebijakan ECB dan kebijakan bank utama lain turut membentuk arah EURUSD. Keterkaitan dengan data SPF menambah konteks bagi dinamika pasangan mata uang utama.
Untuk pelaku pasar, fokus utama adalah bagaimana data inflasi berikutnya membentuk kurva imbal hasil serta dinamika EURUSD. Level teknikal yang perlu diawasi mencakup area sekitar 1.1700 hingga 1.1740 sebagai patokan potensi perubahan arah. Rencana trading bisa menimbang skenario take profit sekitar 1.1665 dengan stop loss di 1.1740, menjaga risiko-imbalan minimal 1:1,5.