RMK Energy Tbk (RMKE) Perluas Infrastruktur Logistik Batu Bara Lewat MoU dengan PEB, Targetkan Volume 12,7 Juta Ton di 2026

RMK Energy Tbk (RMKE) Perluas Infrastruktur Logistik Batu Bara Lewat MoU dengan PEB, Targetkan Volume 12,7 Juta Ton di 2026

trading sekarang

RMK EnergyTbk tidak sekadar bertahan di tengah dinamika sektor batu bara; perusahaan menampilkan momentum ekspansi yang konkret dan terukur. Kinerja operasional awal 2026 menunjukkan bagaimana strategi integrasi berbuah hasil nyata bagi lini bisnis utama.

Pada Januari 2026, volume jasa pengangkutan batu bara melalui hauling road melonjak 9,26 kali lipat menjadi 167,5 ribu ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. RMKE juga berhasil mengangkut sekitar 703 ribu ton batu bara ke kapal tongkang sepanjang bulan tersebut, sebuah capaian yang layak dicatat mengingat musim rendah industri.

Secara keuangan, tren positif juga terlihat di segmen operasional dengan indikasi perbaikan berkelanjutan. Laporan internal menunjukkan pendapatan sekitar Rp1,1 triliun dan laba bersih sekitar Rp105 miliar pada Q4 2025, menambah akumulasi kinerja tiga kuartal sebelumnya. Dalam konteks ini, fokus perusahaan bukan sekadar volume, tetapi semakin efisiennya ekosistem logistik.

Dalam langkah strategis, RMKE menandatangani nota kesepahaman dengan PT Pendopo Energi Batubara (PEB) untuk pengembangan infrastruktur pertambangan dan optimalisasi logistik batu bara di Sumatera Selatan. Kesepakatan ini menandai kemajuan signifikan dalam memperluas landasan operasional perseroan.

Dalam skema kerja sama ini, PEB akan memanfaatkan fasilitas RMKE untuk kegiatan operasionalnya sekaligus mengalokasikan produksi batu baranya kepada RMKE. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi rantai pasok dari tambang menuju pelabuhan melalui sinergi aset dan kapasitas yang saat ini dimiliki RMKE.

Langkah tersebut sejalan dengan strategi RMKE untuk memperluas basis klien dan meningkatkan efisiensi biaya melalui integrasi antara tambang, logistik, dan perdagangan batu bara. Dengan demikian, posisi RMKE dapat lebih kuat di rantai suplai sektor energi nasional.

Target Pertumbuhan 2026 Didukung Integrasi Logistik

Direktur Utama RMKE menyatakan bahwa tambahan klien diharapkan mendukung target operasional tahun ini, yakni volume pengangkutan sebesar 12,7 juta ton dan penjualan batu bara sekitar 3,6 juta ton. Proyeksi ini menandai transisi menuju pertumbuhan yang lebih signifikan dibanding periode sebelumnya.

Dengan penguatan infrastruktur, akuisisi klien baru, serta integrasi logistik dan perdagangan batu bara, RMKE menilai potensi peningkatan volume dan kinerja keuangan yang lebih kuat sepanjang 2026. Evaluasi ini menggarisbawahi fokus pada produktivitas serta optimisasi biaya operasional.

Analisis kami di Cetro Trading Insight menyoroti bahwa arah ini mencerminkan landasan fundamental positif untuk saham RMKE jika didukung kondisi eksternal seperti harga batu bara dan permintaan infrastruktur regional. Kami mengamati sinyal kepastian jangka menengah yang perlu dipantau secara berkala untuk menilai kelanjutan tren ini.

broker terbaik indonesia