Rupee Diprediksi Menguat di Pembukaan Menjelang Pengumuman Ketua Fed Baru

trading sekarang

USD/INR berakhir naik tipis 0,1% di 91,87 pada sesi Jumat, menandai volatilitas yang tetap tinggi. Indikator dolar AS, DXY, turun sekitar 0,4% mendekati 97,00, level terendah dalam lebih dari empat bulan. Pelaku pasar menimbang dinamika data global dan komentar pejabat Federal Reserve yang berpotensi mempengaruhi arah pasangan ini.

Rupiah menghadapi tekanan karena arus keluar modal asing yang intens, dengan FII melepas sekitar Rs 40.704,39 crore hingga Jumat. Bank sentral India diperkirakan tetap berhati-hati, menimbang sinyal kebijakan dari dinamika global. Kondisi ini menambah ketidakpastian menjelang pengumuman ketua Fed dan kebijakan moneter Amerika.

Seiring pergerakan USD/INR, level tertinggi sepanjang masa di 92,21 terlihat sempat dicatat karena pelemahan rupee. Pasar menilai bahwa sentimen global dan perbedaan kebijakan antara AS dan negara maju menjadi pendorong volatilitas. Meski demikian, pembukaan pasar minggu ini didorong oleh harapan kelanjutan negosiasi terkait tarif minyak Rusia serta respons kebijakan internasional.

Investors menantikan pengumuman ketua Fed baru minggu ini, yang diperkirakan menjadi pengaruh utama bagi pergerakan dolar. Indikator CME FedWatch menunjukkan peluang suku bunga tetap di kisaran 3,50%-3,75%. Ketidakpastian mengenai arah kebijakan menambah kehati-hatian di pasar mata uang.

Analis menilai bahwa komunikasi kebijakan dan bahasa komentar pejabat Fed dapat mengubah ekspektasi investor terhadap laju inflasi dan pertumbuhan. Pasar menilai kesiapan bank sentral AS untuk meninjau secara bertahap langkah kebijakan, yang pada akhirnya berimbas pada volatilitas pasangan mata uang. Skenario utamanya adalah Fed menjaga jalur moderat sambil memperhatikan data ekonomi terkini.

Di saat yang sama, jeda keputusan tentang tarif minyak AS menambah fokus pada dinamika geopolitik. Komentar pekan lalu di Forum Ekonomi Dunia di Davos menimbulkan spekulasi mengenai kemungkinan pencabutan tarif 25% bagi minyak Rusia, meski belum ada konfirmasi resmi. Pasar memantau perkembangan kebijakan itu secara seksama.

Arus Modal Asing, Minyak Rusia, dan Outlook Pasar India

Arus modal asing tetap menjadi penentu utama arah rupiah dalam jangka pendek. Jika arus kembali masuk ke pasar ekuitas India, rupee bisa menunjukkan dukungan pembukaan yang positif. Investor juga memperhatikan dinamika likuiditas dan isu fiskal yang bisa mengubah sentimen investor asing.

Minyak Rusia menjadi fokus utama karena tarif 25% yang dikenakan AS masih berlaku. Komentar pejabat AS di Davos mengemuka mengenai kemungkinan pencabutan tarif tersebut pada pertengahan 2025, menambah spekulasi mengenai hubungan perdagangan. Pasar memantau perkembangan kebijakan itu secara seksama.

Dinamika global yang berubah cepat membuat rupee sensitif terhadap sentimen pasar dan pergerakan dolar. Beberapa analis berargumen bahwa pembukaan pasar yang lebih kuat bisa terjadi jika kebijakan Fed berjalan sesuai ekspektasi dan jika tarif minyak Rusia dicabut. Investor akan mengikuti data ekonomi dan pernyataan bank sentral untuk peluang trading dalam beberapa minggu ke depan.

broker terbaik indonesia