Dalam pembukaan musim laporan ini, Cetro Trading Insight melihat geliat pasar yang berbahaya bagi trader ritel: sentimen terhadap AI yang melonjak menimbulkan risiko konsolidasi harga. Ketidakpastian tentang bagaimana inisiatif AI akan berdampak pada pendapatan nyata membuat banyak investor menahan langkah. Sektor teknologi tetap menjadi panggung utama, tetapi volatilitas yang lebih tinggi menandai perlunya kehati-hatian.
Indeks utama Wall Street berbalik arah pada perdagangan kemarin. S&P 500 turun 35,59 poin atau 0,51 persen menjadi 6.882,22. Nasdaq Composite turun 350,61 poin atau 1,51 persen ke 22.903,13. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average naik 246,56 poin atau 0,51 persen ke 49.487,55.
Di antara pergerakan saham teknologi, Alphabet menuju rilis laporan kuartalannya yang akan mengungkap sejauh mana investasi besar Google di AI berkontribusi pada pendapatan. Advanced Micro Devices tertekan setelah memperkirakan pendapatan kuartalan yang mengecewakan dan menunjukkan tantangan bersaing dengan Nvidia. Nvidia juga ikut menurun dan indeks semikonduktor PHLX ditutup melemah tajam; Palantir akhirnya merosot meski hari sebelumnya menguat karena laporan kuartalan AI.
Para investor mulai mengalihkan fokus dari cerita valuasi agresif AI ke perusahaan dengan valuasi lebih murah yang tertinggal dari saat reli teknologi. Emosi pasar terasa getir karena valuasi sektor AI dinilai terlalu tinggi dibanding arus pendapatan aktual. Dalam pola ini, investor mencari 'pelabuhan' yang lebih aman secara harga.
Data ketenakerjaan ADP menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja swasta Januari yang lebih lemah dari estimasi, dengan lapangan kerja di sektor jasa profesional, bisnis, serta manufaktur mengalami penurunan. Sinyal tersebut menambah nuansa bahwa pasar tenaga kerja mungkin tidak sejalan dengan klaim tentang arus pendapatan yang kuat. Sementara itu, laporan ketenagakerjaan nasional pemerintah AS untuk Januari ditunda karena penutupan sebagian pemerintahan yang berakhir akhir pekan lalu.
Di sisi lain, Eli Lilly melonjak setelah perusahaan memproyeksikan laba 2026 di atas ekspektasi Wall Street, memberikan contoh bahwa beberapa saham defensif masih menunjukkan daya tarik. Investor menimbang tanda-tanda ekonomi nyata terhadap nada yang lebih hati-hati di pasar AI. Ketidakpastian kebijakan fiskal dan penundaan data tenaga kerja menambah variabel bagi para trader dalam memetakan arah jangka menengah.