Laporan terbaru dari Westpac dan BNZ menunjukkan pandangan yang hati-hati terhadap ekonomi Selandia Baru di awal 2026. Kedua lembaga bank tersebut menekankan bahwa pemulihan ekonomi masih tidak merata dan ditambah tekanan biaya hidup yang terus menjepit rumah tangga. Kondisi ini menambah ketidakpastian bagi mata uang NZD dan berpotensi mempengaruhi pergerakan USD/NZD dalam beberapa bulan ke depan.
Harga menunjukkan pergerakan di bawah garis tren bearish pada time frame H1, sebuah tanda bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar jangka pendek. Para pelaku pasar menunggu konfirmasi lebih lanjut melalui pola price action atau penutupan di bawah level tertentu untuk memperkuat sinyal jual. Momen seperti ini sering kali menjadi pintu masuk bagi posisi leveraged short yang dikelola dengan manajemen risiko ketat.
Secara keseluruhan, gambaran fundamental NZD tetap rapuh karena data ekonomi yang beragam dan kebijakan moneter yang masih menjadi fokus investor. Analis melihat bahwa pergerakan harga bisa sangat responsif terhadap rilis data inflasi, pekerjaan, serta berita global yang mempengaruhi risk sentiment. Dengan demikian, associating risk, trader cenderung menghindari posisi long dan lebih banyak mencari peluang jual saat sinyal teknikal konsisten.
Secara teknis, harga NZDUSD saat ini berada di bawah garis tren bearish yang terlihat pada time frame H1. Kondisi ini mengindikasikan tekanan jual yang masih kuat di pasar jangka pendek. Muncul potensi konfirmasi sinyal jual jika harga gagal menembus resistance terdekat dan menutupi area permit untuk turun lebih lanjut.
Area masuk yang diidentifikasi berada di 0.57691 hingga 0.57596. Jika harga menembus area ini atau menutup di bawahnya, tren turun cenderung berlanjut menuju target yang lebih rendah. Sinyal jual lebih kuat jika harga melewati level ini dengan momentum yang memadai, sementara volatilitas bisa meningkat mendekati rilis data ekonomi utama.
Perkiraan arah pasar berhubungan erat dengan dinamika momentum dan volume perdagangan. Meskipun ada peluang rebound minor, bias utama tetap bearish karena posisi harga berada di bawah tren. Investor akan memantau indikator teknikal lain untuk mengonfirmasi arah sebelum menambah posisi.
Rencana perdagangan menempatkan entry di bagian atas area, sekitar 0.57691, dengan arah SELL. Strategi ini mengambil keuntungan dari potensi pelemahan NZD terhadap USD dalam kerangka jangka pendek. Pelaku pasar disarankan untuk menjaga ukuran posisi sesuai toleransi risiko dan memastikan rencana keluar jika pasar bergerak melawan posisi.
Target pertama berada di 0.57459, memberikan potensi profit yang lebih dekat dengan entry. Target kedua dan ketiga berada di 0.57267 dan 0.57067 untuk memperluas peluang keuntungan jika tekanan jual berlanjut. Stop loss ditempatkan di 0.57844 untuk membatasi risiko jika pasar bergerak berlawanan dari ekspektasi.
Secara keseluruhan, skema risiko-imbangan memenuhi kriteria minimal 1:1.5. Trader disarankan untuk memantau pergerakan harga secara ketat, menggunakan manajemen risiko yang konsisten, dan menyesuaikan target jika volatilitas pasar meningkat atau jika data ekonomi utama mengubah sentimen pasar secara signifikan.
| Area Entry | 0.57691 – 0.57596 |
|---|---|
| TP1 | 0.57459 |
| TP2 | 0.57267 |
| TP3 | 0.57067 |
| Stop Loss | 0.57844 |