Paruh kedua minggu ini menunjukkan perbaikan sentimen pasar seiring meredarnya ketegangan geopolitik antara AS dan UE. Pasar ekuitas utama di Amerika dan Eropa mencatat rebound, sementara arus modal beralih ke aset berisiko karena optimisme atas proyeksi kebijakan fiskal dan moneter yang lebih jelas. Para pelaku pasar menilai langkah tersebut sebagai pendorong utama untuk stabilitas finansial global.
Di sesi Amerika, para analis menantikan revisi data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal ketiga serta data Indeks Harga Belanja Konsumen (PCE) untuk Oktober dan November. Data ini krusial karena dapat mengubah ekspektasi kebijakan bank sentral dan arah suku bunga jangka pendek. Selain itu, pergerakan klaim tunjangan pengangguran awal juga memberikan gambaran mengenai tenaga kerja dan konsumsi rumah tangga yang lebih dekat.
Sinyal risk-on terlihat setelah pengumuman dari pemerintahan AS mengenai kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland, disertai komitmen untuk tidak menerapkan tarif pada delapan negara Eropa. Pasar menanggapi sebagai pengurangan risiko bagi arus modal ke aset berisiko. Meski begitu, volatilitas tetap tinggi karena data ekonomi dan risiko kebijakan yang bisa muncul kapan saja.
Indeks saham utama Wall Street rebound lebih dari 1% di pertengahan pekan, mencerminkan optimisme terhadap data makro dan ekspektasi pelonggaran hambatan perdagangan. Sesi pagi di pasar berjangka AS sedikit lebih tinggi, menambah nuansa positif pada arah pasar secara keseluruhan. Dalam konteks dolar, Indeks USD tetap terjaga di bawah level 99,00 setelah beberapa sesi pelemahan dua hari.
Data pekerjaan Australia menunjukkan penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,1% pada Desember, lebih baik daripada 4,4% yang diperkirakan. Perubahan ketenagakerjaan tercatat +65,2 ribu, mengindikasikan tren positif bagi perekonomian setempat. Imbasnya, AUDUSD menguat dan berada di level tertinggi sejak Oktober 2024, melampaui 0,6800 dengan sekitar 0,7% kenaikan.
EURUSD masih berkutat pada fase konsolidasi di bawah 1,1700 setelah kemarin turun. Pasar menanti Catatan Rapat Kebijakan Moneter ECB dan data Keyakinan Konsumen Januari untuk petunjuk arah berikutnya. GBPUSD cenderung sideways di atas 1,3400, menggambarkan situasi pasar yang campur aduk secara teknikal dan fundamental.
USDJPY menunjukkan traksi menuju 159,00 pada Kamis pagi, mencerminkan dinamika teknikal yang sedang berlangsung. Pergerakan ini juga dipicu oleh perbedaan sinyal antara prospek kebijakan moneter global dan faksi kebijakan BOJ yang menahan langkah lebih luas. Kondisi volatilitas pasar global serta ketidakpastian kebijakan menambah peluang breakout meskipun masih terbatas.
BoJ diperkirakan akan mengumumkan keputusan kebijakan pada sesi Asia hari Jumat. Pengumuman tersebut berpotensi meningkatkan likviditas dan volatilitas, tergantung pada arah sinyal suku bunga dan garis masa kebijakan. Investor menilai perilaku BoJ sebagai salah satu faktor utama yang bisa mengubah arah USDJPY dan dinamika pasar Asia.
Secara umum, status rilis data ekonomi AS, perubahan harga konsumen, dan pergeseran kebijakan akan membentuk arah pasar hingga akhir minggu. Pelaku pasar mengawasi spread imbal hasil global dan aliran dana antara aset berisiko dan safe-haven. Dalam kerangka makro, pergerakan mata uang utama tetap terikat pada pernyataan kebijakan dan kejutan data ekonomi yang datang.