Laba bersih PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO) pada tahun 2025 mencapai Rp12,9 miliar, meningkat dibanding periode sebelumnya sebesar Rp11,1 miliar. Pertumbuhan tersebut mencerminkan dinamika positif di lini operasional perusahaan. Sementara itu, pendapatan menanjak 38% menjadi Rp154,18 miliar, menunjukkan adanya peningkatan volume bisnis dan efisiensi biaya yang berhasil dijaga manajemen.
Selain itu, laba usaha SICO juga tumbuh sekitar 17,5% menjadi Rp17,56 miliar, menandakan margin operasional perusahaan masih sehat meskipun volatilitas harga minyak dunia. Peningkatan laba bersih dan laba usaha ini menjadi pondasi kuat bagi rencana keuangan perusahaan ke depan. Secara konsisten, lini bisnis inti perusahaan tetap fokus pada efisiensi dan pemanfaatan sumber energi yang ada.
Wakil Direktur Utama SICO, Benjamin Jordan Wangsaputra, menegaskan bahwa perbaikan kinerja dapat dicapai melalui efisiensi operasional di tengah lonjakan harga minyak. “Kami melihat peluang di sektor energi, khususnya pada pemanfaatan gas suar (flare gas) yang lebih optimal. Di saat yang sama, kami tetap menjadi disiplin operasional agar pertumbuhan ini berkelanjutan,” ujarnya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (9/4/2026). Selain itu, manajemen menegaskan bahwa fondasi perusahaan kuat dan arah strategi jelas untuk menjaga momentum kinerja di masa mendatang.
Sejalan dengan kinerja positif, perseroan memutuskan membagi dividen sebesar Rp5 per saham, terdiri atas dividen interim Rp3 per saham dan dividen final Rp2 per saham. Keputusan ini mencerminkan komitmen perusahaan terhadap pemegang saham dan aliran kas yang sehat. Distribusi dividen tersebut diharapkan memberi sinyal positif terhadap iklim investasi di sektor energi domestik.
Selain itu, SICO menargetkan ekspansi domestik melalui perolehan kontrak baru serta pengembangan solusi energi terintegrasi lainnya. Fokus pada gas flare sebagai bagian dari pemanfaatan energi berlebih di industri minyak bumi menambah potensi pendapatan jangka menengah. Menurut Cetro Trading Insight, arah strategis ini sejalan dengan tren pasar yang menilai efisiensi energi sebagai enabler pertumbuhan berkelanjutan.
Benjamin menambahkan bahwa perusahaan optimistis dengan fundamental yang ada dan arah strategi jelas. Ia menegaskan bahwa ekspansi domestik dan pengembangan solusi energi terintegrasi akan menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. RUPST menandai komitmen SICO untuk menjaga kedudukan di pasar energi Indonesia sambil memitigasi risiko operasional melalui disiplin biaya dan inovasi teknis.