Harga minyak mentah mengalami penurunan lebih dari empat persen pada hari Kamis, menyusul pernyataan Presiden AS yang meredakan spekulasi mengenai kemungkinan serangan militer terhadap Iran. Jawaban pasar terhadap risiko geopolitik ini menambah konteks tekanan jual. Pergerakan harga juga menunjukkan adanya sentimen bearish sementara pelaku pasar menunggu konfirmasi lebih lanjut.
Harga saat ini masih berada di bawah area resistance yang terlihat di time frame H1, area ini menjadi fokus pengamatan untuk konfirmasi sinyal sell. Ketika harga gagal menembus level tersebut, tekanan jual cenderung bertahan dan mempengaruhi tren jangka pendek. Analisa teknikal menggarisbawahi bahwa sinyal sell akan terkonfirmasi jika harga bergerak di bawah support terdekat.
Prediksi pasar menunjukkan sentimen lemah untuk minyak selama periode mendatang. Meski arah penurunan terlihat jelas, volatilitas tetap ada karena faktor fundamental dan aksi pasar global. Investor disarankan memperhatikan level TP terkait untuk memaksimalkan peluang sambil menjaga risiko sesuai rencana.
| Level | Nilai |
|---|---|
| Area | 60.19 ~ 59.35 |
| TP1 | 58.14 |
| TP2 | 56.38 |
| TP3 | 54.60 |
| SL | 61.49 |
Sinyal trading pada laporan ini adalah jual, dengan rintangan teknikal di resistance sekitar 60.19 hingga 59.35. Target profit pertama di 58.14 memberikan ruang relatif besar terhadap stop loss yang berada di 61.49. Rasio risiko terhadap imbalan untuk TP pertama memenuhi standar 1:1.5 minimal.
Dalam konteks strategi, open price yang dipakai adalah 60.19 sebagai acuan, sedangkan stop loss ditempatkan di 61.49 untuk membatasi kerugian. TP2 dan TP3 memang tersedia sebagai tinjauan; namun fokus utama adalah mencapai TP1 untuk realisasi keuntungan. Faktor fundamental terkait dinamika hubungan Amerika dengan Iran menambah konteks volatilitas yang mungkin menguji jalur turun.
Potensi pelaksanaan strategi tergantung pergerakan harga menembus resistance atau break di bawah 60.19. Jika harga berhasil melewati 60.19 ke atas dan mencapai 61.49, posisi akan terkompromi; jika turun ke 58.14, maka profil risiko perlu dievaluasi. Secara umum, rekomendasi tetap berhati-hati dengan manajemen risiko, karena peluang volatilitas tinggi bisa muncul menjelang rilis data penting berikutnya.