Nomura mengkaji bahwa SNB mempertahankan suku bunga pada 0.00% pada pertemuan Maret. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight. Langkah ini sejalan dengan ekspektasi pasar dan kebijakan inti. Yang penting adalah perubahan pedoman terkait intervensi valas karena konflik di wilayah Timur Tengah, di mana SNB meningkatkan kesiapan untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing jika diperlukan untuk menjaga kestabilan harga di Swiss.
CHF telah menguat secara signifikan selama periode terakhir. Inflasi Swiss sangat rendah sekitar 0.1% year-on-year pada Februari, sebagian disebabkan deflasi barang dan jasa impor akibat kekuatan CHF. Gambaran ini mendorong anggapan bahwa tekanan apresiasi franc bisa menjadi bagian dari kebijakan moneter yang perlu diatasi melalui pembelian FX pada kuartal pertama.
Ketua SNB menegaskan bahwa kemitraan mereka dengan AS memungkinkan intervensi di pasar valuta asing, dan niat SNB bukan untuk meraih keuntungan tidak adil. Data intervensi FX Q1 baru akan tersedia pada akhir Juni, sehingga pandangan pasar terhadap langkah-langkah praktis di masa mendatang tetap menunggu laporan resmi.
Inflasi di Swiss sangat rendah dan diperkirakan bisa mulai membaik seiring berjalannya waktu. Secara tahunan angka 0.1% pada Februari menunjukkan deflasi terkait impor dan beberapa harga domestik. CHF yang lebih kuat juga menciptakan tekanan pada harga konsumen yang perlu diwaspadai Bank Sentral Swiss.
Guncangan harga energi global diperkirakan akan memicu kenaikan inflasi tahun ini, meski konsumen Swiss relatif lebih tahan terhadap kenaikan harga energi dibandingkan negara Eropa lain. Bank sentral menilai bahwa faktor impor yang melandai juga menjadi pendorong kembalinya inflasi, meskipun bar untuk suku bunga negatif tetap tinggi.
Dengan risiko inflasi meningkatkan tekanan harga, SNB diharapkan menjaga kebijakan akomodatifnya sambil menilai kebutuhan intervensi FX untuk membatasi apresiasi CHF. Rincian data injeksi FX pada kuartal mendatang masih akan dirilis di akhir Juni, memberi gambaran lebih jelas mengenai arah kebijakan.
Kebijakan SNB yang menahan suku bunga pada 0.00% dan keterbukaan terhadap intervensi FX menandai pendekatan kebijakan yang lebih terukur dalam menghadapi apresiasi CHF. Kondisi ini mengurangi tekanan terhadap harga konsumen tetapi juga menantang bagi ekspor Swiss yang sensitif terhadap kurs. Pasar FX dapat memperhatikan sinyal dari intervensi jika tekanan apresiasi kembali muncul.
Para analis menilai bahwa langkah stabil di sektor kebijakan moneter menambah ruang bagi bank sentral untuk menilai kondisi inflasi dalam beberapa kuartal ke depan. Intervensi FX kemungkinan menjadi alat utama untuk menjaga stabilitas harga, asalkan dampaknya terukur dan tidak memicu volatilitas berlebih di pasar. Investor disarankan memantau laporan data ekonomi Swiss untuk melihat perubahan dinamika harga dan ekspektasi kebijakan.
Secara keseluruhan, narasi terkait SNB menunjukkan bahwa kebijakan tidak akan berubah drastis dalam waktu dekat. Fokus tetap pada kontrol risiko nilai tukar sambil melihat peluang perbaikan inflasi yang lebih lanjut, dengan risiko rendah terhadap kredit publik jika tekanan eksternal berkurang dan volatilitas pasar menurun.