
Langkah pengendali baru yang terafiliasi dengan SONA memicu gelombang perhatian pasar setelah pengumuman MTO yang memperkuat kendali baru di perusahaan. Cetro Trading Insight menilai ini sebagai sinyal akuisisi strategis yang berpotensi mengubah arah perusahaan dan nilai bagi pemegang saham. Aksi ini tidak hanya menandai perubahan struktur kepemilikan, tetapi juga menimbulkan dinamika likuiditas dan tata kelola melalui mekanisme wajib tender.
Sesuai pernyataan resmi, tender offer mencakup sebanyak-banyaknya 50.537.720 saham SONA atau 7,63% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga penawaran Rp2.284 per saham. Nilai transaksi maksimum diperkirakan sekitar Rp115,43 miliar. Langkah ini merupakan bagian dari akuisisi 45% saham SONA oleh PT Pratama Citra Karunia dari DFS Venture Singapore (Pte) Ltd pada April 2026.
Ketentuan No 9/POJK.04/2018 mengatur bahwa setelah akuisisi, pengendali baru wajib melaksanakan MTO. Pengumuman ini menandai langkah penting dalam konsolidasi kendali atas SONA dan potensi perubahan strategi korporasi di masa mendatang, menurut analisis industri.
Para pemegang saham sekarang menghadapi peluang monetisasi kepemilikan melalui penjualan sebagian saham pada harga yang ditetapkan, sambil tetap mempertahankan sebagian hak kepemilikan. Namun, aksi ini juga membawa risiko dilusi bagi pemegang saham yang tidak menjual porsi mereka. Perubahan kendali juga dapat mempengaruhi hak suara dan arah kebijakan perusahaan di masa depan.
Pergerakan harga SONA menunjukkan respons pasar terhadap pengumuman MTO. Pada Selasa, 23 Juni 2026, saham SONA naik 1,76% menjadi Rp2.310, dengan tren mingguan kuat di 12,68% dan bulanan sekitar 2,21%. Secara teknikal, pergerakan harga dipicu harapan terhadap perubahan kendali, namun investasi tetap bergantung pada faktor fundamental perusahaan dan peluang pertumbuhan di sektor pariwisata.
Analisis dari Cetro Trading Insight menyarankan investor untuk meninjau rencana aksi korporasi secara menyeluruh, termasuk potensi perubahan strategi pasca MTO. Kunci yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kendali baru akan mengarahkan arus kas, investasi, dan kebijakan dividen. Dengan demikian, meski ada peluang, investor disarankan menilai risiko relatif terhadap fundamental SONA dan kondisi pasar secara umum.