Di tengah lanskap properti Indonesia, Tanrise Property mempercepat ekspansi pada 2026 dengan rangkaian proyek baru dan penguatan struktur manajemen. Langkah ini menandai upaya menyeimbangkan portofolio antara residensial dan aset komersial agar tidak bergantung pada penjualan unit semata. Analisis yang dirangkai oleh Cetro Trading Insight menunjukkan bahwa langkah ini diposisikan untuk menjaga momentum meski dinamika pasar properti bergejolak.
RISE telah memulai dengan Solaris Villa di Bali dan Malang, serta fasilitas driving range Taman Dayu. Proyek terbaru yang direncanakan adalah Vasa Suites Hotel di Surabaya yang direncanakan beroperasi pada akhir kuartal I-2026 sebagai bagian dari Array strategi diversifikasi. Dalam konteks pasar secara umum, harga emas turun membuat investor mencari diversifikasi yang lebih stabil, sehingga penguatan aset komersial seperti hotel berfungsi sebagai sumber pendapatan berulang.
Selain itu, perseroan menyiapkan klaster hunian di Taman Dayu, Pandaan, yang bertujuan memperkuat ekosistem kawasan dan meningkatkan nilai kawasan. RISE menekankan potensi pertumbuhan Pandaan dari sisi hunian maupun komersial, sebagai langkah menjaga momentum pasar properti lokal. Dalam kerangka analisis Array data operasional perseroan menunjukkan portofolio yang lebih beragam, mendukung gagasan pendapatan berulang yang lebih resilien.
Sejalan dengan percepatan ekspansi, perseroan menunjuk Samuel Bunjamin sebagai Direktur yang membawahi fungsi Proyek/Teknik, Herman Bunjamin sebagai Direktur bagian Bisnis Komersial (Hotel), dan Merry Lantani sebagai Direktur Properti (Sales, Marketing & Operasional). Ketiganya memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di industri properti dan telah terlibat dalam pengembangan proyek-proyek ikonik di Indonesia. Saat ini mereka telah bergabung dalam jajaran manajemen dan perseroan berencana mengusulkan pengangkatan mereka sebagai anggota Direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mendatang.
Penguatan tim manajemen ini diharapkan memperkuat strategi pemasaran, memperluas jaringan penjualan, serta meningkatkan efektivitas operasional dalam pengembangan proyek-perseroan ke depan. Dalam konteks harga emas turun, kebijakan pasar juga mendorong agar fokus utama pada portofolio pendapatan berulang menjadi lebih relevan bagi pemangku kepentingan. Melalui Array analitik, manajemen memetakan peluang pertumbuhan dan meningkatkan akurasi perencanaan pemasaran serta operasional ke depan.
RISE optimistis dapat terus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham serta memperkuat posisi sebagai pengembang properti yang aktif bertumbuh di Indonesia. Dengan dukungan tim yang memiliki rekam jejak luas, perseroan berupaya menjaga momentum ekspansi sambil memperkuat basis pendapatan berulang. Keberhasilan strategi ini diharapkan meningkatkan nilai aset perseroan dan mengokohkan posisi Tanrise Property sebagai pilihan investasi properti terintegrasi di pasar domestik.